14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
Posted on October 2nd, 2009 in Age-related Disease Alzheimer, Bahasa_Indonesia, Treatment
Merawat penderita kepikunan sering kali membuat anggota keluarga ataupun orang-orang terdekat merasa stress, depresi, lelah, dan perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Untuk itu dibutuhkan metode agar perasaan-perasaan tersebut bisa dihindari. Berikut ini tipsnya :
- Jangan bertanya, “Apakah Anda ingat?”
- Apabila penderita menunjukkan sikap baru yang aneh, periksalah keadaan fisiknya terlebih dahulu. Apakah ada tanda-tanda dehidrasi, infeksi, kehilangan pendengaran, dan sebagainya? Apabila tanda-tanda fisiknya normal, periksalah apakah ada hal-hal lain yang membuat dirinya tidak nyaman (kepanasan, kotor, lapar, dan sebagai nya).
- Ciptakan lingkungan yang aman, sederhana, dan nyaman.
- Bagilah kegiatan dan percakapan dalam tahapan yang sederhana.
- Berilah kegiatan rutin yang teratur (khususnya kegiatan-kegiatan yang disukainya di masa lalu), termasuk acara gerak badan secara rutin.
- Jangan berdebat dengan penderita, realita yang ada dalam pikirannya tidak akan pernah sama dengan apa yang Anda pikirkan.
- Berusahalah untuk mengerti bahwa Anda perlu menerima perilakunya seperti apa adanya dan bersikaplah fleksibel. Ingatlah bahwa Anda tidak mungkin mengubah perilakunya, jadi pilih perilaku mana yang masih mungkin diperbaiki.
- Alihkan perhatian penderita pada kegiatan lain, seperti minum teh, jalan-jalan, dan lain-lain.
- Yakinkah penderita dan berikan pujian untuk setiap perilaku yang baik, karena hal ini akan membuat penderita melakukannya lagi.
- Gunakan tehnik komunikasi yang baik, luangkan waktu yang cukup, lakukan kontak mata, ulangi setiap pernyataan dan pertanyaan yang tepat, lakukan sentuhan, dan hindari komunikasi non verbal. Berikan 2 pilihan saja, “Mau kopi atau teh?”
- Hampiri penderita dari depan, jangan mengejutkannya dari belakang.
- Jangan ambil hati, penderita tidak dapat mengendalikan perilakunya dan mungkin mereka tidak ingat peristiwa keseluruhannya, hal itu dapat terjadi juga pada kita.
- Catatlah kejadian-kejadian yang bisa memicu sikapnya, misalnya pintu terbuka menyebabkan penderita kepikunan ingin keluar rumah. Atasi pemicunya! Tutuplah pintu atau samarkan bentuknya, sehingga mereka akan lupa ada pintu dan tidak terstimulasi untuk keluar. Catat juga perilaku setelah kejadian tersebut dan apa efeknya terhadap penderita.
- Perhatikan juga diri Anda, karena Anda tidak dapat merawat mereka jika Anda sendiri tidak terawat.
(Source : WHO Guidelines, New Guidelines Encourage Early Recognition Alzheimer’s Disease, Steven De Kosky et al, American Academy of Neurology’s 53rd; May 8, 2001.)
You might also like these
Hampir semua, atau kalau boleh dibilang ‘semua’, lansia (lanjut usia) mengeluhkan nyeri pada sendi dan ototnya, disebut rematik. Rematik merupakan istilah yang tidak spesifik untuk menggambarkan berbagai keluhan dan kelainan yang mengenai ...
READ MORE
Merawat mereka yang sudah lanjut usia tidak bisa disamakan seperti merawat orang yang muda, apalagi dianggap seperti kanak-kanak. Sifat yang dibawa semenjak muda akan menjadi sifatnya di waktu tua. Orang yang paling ...
READ MORE
“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.” Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang ...
READ MORE
Khasiat madu memang sudah sangat populer. Dengan kandungan yang beraneka ragam, madu diyakini merupakan makanan terbaik kedua setelah ASI (Air Susu Ibu). Fungsinya tidak hanya sebagai menjaga kesehatan, tapi juga mengobati berbagai ...
READ MORE
Migren merupakan salah satu tipe sakit kepala yang sering diderita oleh banyak orang, bisa mengenai pria maupun wanita. Keluhan ini terjadi diakibatkan oleh pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) di kepala. Nyeri migren muncul ...
READ MORERelated posts:
- BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?
- 5 TIPE ORANG LANJUT USIA
- MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?
- Diabetes, Bolehkah Mengkonsumsi Madu?
- Migren, Bukan Sakit Kepala Biasa
Published by care and healed











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
*Widget By mfaisal
Leave a Comment