BAGAIMANA MIE INSTAN DIBUAT?
Posted on November 6th, 2009 in Nutrition Bahasa_Indonesia, Cancer, Noodle, Pollution
Secara garis besar mie instan dibuat melalui proses berikut :

Kelihatannya proses pembuatan mie instan memang harus melalui proses yang kompleks dan rumit agar mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan. Perlu diperhatikan faktor sterilitas dari masing-masing alat agar kebersihan bahan makanan mulai dari awal hingga akhir tetap terjaga. Juga penggunaan steam dan minyak goreng yang sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan karena kedua proses ini akan menyebabkan makanan banyak mengandung zat-zat oksidan.
Dalam hal pengemasan perlu kiranya memperhatikan bahan dasar bungkusan agar tidak melepaskan zat-zat yang merugikan tubuh karena mie instan akan disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk yang satu ini, para industri pangan sudah menggunakan secara luas styrofoam sebagai bungkus mie instan (food container) karena mampu mencegah kebocoran dan mampu mempertahankan bentuknya saat dipegang. Tapi, lagi-lagi pertanyaannya : benarkah itu? Secara mengejutkan, ternyata jawabannya : TIDAK BENAR, karena food container yang terbuat dari styrofoam itu tidak pernah ada!
Dari Wikipedia diketahui bahwa styrofoam merupakan merk dagang dari Dow Chemical company untuk polystyrene foam yang manfaatnya banyak diaplikasikan pada bahan bangunan. Artinya Dow tidak pernah memproduksi cangkir, bungkus makanan, piring, dan sebagainya. Walaupun yang dimaksudkan sebenarnya adalah polystyrene foam, tapi menyebut styrofoam sebagai bahan utama dalam kemasan makanan adalah sesuatu yang keliru.
Tentang penggunaan polystyrene foam sebagai food container memang memancing pro dan kontra. Residu (zat sisa) yang dihasilkan darinya diyakini berbahaya bagi sistem endokrin dan reproduksi manusia. Hal itu tidak mengherankan mengingat polystyrene dibuat dari bahan dasar minyak bumi sehingga mudah terbakar dan mengandung senyawa benzene yang bersifat karsinogenik.
Tentunya kita mengetahui bahwa kemasan mie instan umumnya dibuat dalam 2 bentuk kemasan yaitu bentuk cup dan bentuk biasa. Cup tersebut mengandung polystyrene foam, sedangkan bentuk biasa (bungkusan plastik) yang mengandung polyvinyl chloride (disingkat PVC) yang telah melalui proses yang rumit agar benar-benar layak dijadikan pembungkus makanan. Penggunaan PVC ini, seperti bahan-bahan kimia lainnya, juga memicu pro dan kontra karena diduga membahayakan kesehatan. Paparan PVC ini terutama sekali karena tertelan DEHA yang bersifat toksik terhadap hormon, tapi belum jelas apakah toksin yang mencemari makanan ini terjadi karena paparan langsung atau tidak dan ada yang mencetuskannya. Kita tidak bisa membayangkan bahwa paparan bahan kimia kepada benda lain seperti debu yang menempel begitu saja. Umumnya ada hal-hal yang mencetuskan terjadinya hal tersebut. Butuh pembahasan lebih lanjut mengenai hal ini.
Migrasi Styrene
Merupakan proses perpindahan zat styrene dari polystyrene foam ke makanan/minuman sehingga tanpa disadari makanan/minuman yang kita konsumsi ternyata sudah tercemar styrene. Banyaknya migrasi styrene ini diperkirakan 0,025% untuk sekali penggunaan. Ini merupakan angka yang sangat rendah, tapi bayangkan jika Anda makan dan minum dari cangkir polystyrene 3-4 kali per hari selama 3 tahun, itu sama artinya dengan mengkonsumsi styrene sebanyak 1 cangkir penuh. Mungkin Anda tidak melakukannya selama 3 tahun, tapi bagaimana dengan 10 tahun atau bahkan 20 tahun?
Migrasi styrene sebagian tergantung pada kandungan lemak di makanan. Makin tinggi kandungan lemaknya, makin tinggi pula migrasi styrene ke makanan. Seakan-akan makanan berlemak itu menyedot styrene dari wadahnya. Sifat alkohol dan asam pada minuman (seperti lemon tea, dan sebagainya) juga meningkatkan jumlah migrasi styrene. Pada makanan dan minuman yang panas, migrasi styrene ini lebih cepat terjadi. Pada makanan yang lebih padat (solid) seperti daging, keju, coklat dan sebagainya, bisa jadi telah mengandung styrene dari kemasan pembungkusnya.
Rekomendasi
- Gunakan piring, mangkuk, cangkir yang terbuat dari gelas atau keramik. Jika tidak ada, gunakan kertas ketimbang polystyrene.
- Jangan masukkan makanan yang terbungkus dalam wadah polystyrene ke dalam microwave dengan maksud memanaskan makanan.
- Pilihlah makanan/minuman yang tersimpan dalam wadah kaca jika memungkinkan.
(bersambung ke MIE INSTAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAM)
Related posts:
- MENGKONSUMSI MIE INSTAN, SEHATKAH?
- INFORMASI NILAI GIZI MIE INSTAN
- MIE INSTAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAM
- Coklat, Penganan Pencegah Stroke
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (Bagian 1)











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
November 12th, 2009 at 6:41 pm
bicara mie instant
ada mie instant yang mengaku sebagai makanan sehat, hanya karena produk saingannya menggunakan zat pewarna.
menurut saya ini merupakan penipuan konsumen. karena tidak memakai zat pewarna bukan berarti mie itu sehat. seharusnya dijelaskan kandungannya dan tidak asal klaim hanya karena alasan sepele.
November 14th, 2009 at 5:25 am
@dgs
Yup. Saya sangat setuju sekali. Sehat tidaknya produk makanan harus dinilai dari gizi yang terkandung di dalamnya. Jadi tidak cukup hanya membanding2kan dengan produk sejenis. Jadi, harus cukup jeli memilih makanan yang sehat, cara memperoleh, menyimpan, hingga mengolahnya menjadi makanan siap saji.
October 1st, 2010 at 10:38 pm
wahh. thx bgt info nya..
sgt membantu u/ tgs..
sekali lg makasih…
October 18th, 2010 at 10:51 pm
@hani : Sama2. Senang bisa membantu.
March 20th, 2011 at 1:09 pm
eh gak berbahaya bagi keehatan kta apa
March 29th, 2011 at 10:52 pm
Bahaya atau tidaknya mie instan bagi kesehatan terpulang pada pola hidup kita sendiri. Di artikel ini sebenarnya cuma menjelaskan bhw proses pembuatan mie instan yg katanya byk mengandung zat-zat berbahaya ternyata tidak terbukti.
Jelasnya, makan mie instan tiap hari tentunya tidak dianjurkan, bukan krn mengandung zat berbahaya, melainkan krn kadar kecukupan gizinya tidak memenuhi. Hal yg berbeda jika yg dimakan itu adalah mie bukan instan dimana konsumsi mie tsb bisa dimakan setiap hari spt makanan pokok lainnya.