diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
590 views

CEDERA KEPALA PADA ANAK

Posted on November 12th, 2009 in First Aid ,

Di usia pertumbuhan 1-5 tahun, anak-anak cenderung lebih aktif, lebih banyak bergerak, dan terkesan tidak bisa diam. Tak jarang orang tua berfikir bahwa sikap tidak bisa diam itu merupakan sifat bawaan yang diturunkan dari orang tua, padahal pertumbuhan si anak itulah yang menjadi faktor utamanya.

Cedera kepala pada anakProblem muncul saat anak sering kali mendapat cedera dari pergerakan aktifnya, seperti terjatuh, kepala terantuk, mata tercucuk sesuatu, luka, tersiram air panas, dan sebagainya. Jika sudah demikian, kita sebagai orang tua sering dibuat bingung, tidak tahu apa yang hendak dikerjakan. Saya akan membahas satu macam cedera di sini, yaitu cedera kepala pada anak-anak. Saya pilih topik ini karena topik ini agak sering disepelekan oleh orang tua.

Cedera kepala pada anak-anak sebenarnya tidak bisa dianggap enteng. Tulang tengkorak pada anak-anak belum permanen seperti pada orang dewasa, sehingga cedera kepala dikhawatirkan sangat berpengaruh pada pertumbuhan kecerdasan otaknya. Jangan terlalu fokus kepada benjolnya, tapi fokuskan pada 3 ciri berikut ini :

1. Apakah dia sempat pingsan karena cedera kepala itu?
2. Apakah ada sakit kepala hebat? Biasanya responnya menangis berkepanjangan, tidak bisa tidur, dan gelisah.
3. Apakah ada muntah sejak cedera kepala itu?

Seyogyanya jika 3 hal tersebut di atas tidak muncul dalam waktu 1×24 jam, prognosanya cukup baik. Tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa keluhan di atas muncul dalam kurun waktu 3×24 jam.

Selanjutnya, apa yang harus kita lakukan terhadap anak-anak yang baru mendapat cedera kepala? Berikut langkah efektif yang bisa kita lakukan.

• Kompres dengan air hangat. Ingat, air hangat, bukan air panas. Jadi, gunakan tangan Anda untuk merasakan seberapa hangat air tersebut. Jika di tangan Anda, air tersebut terasa masih sangat hangat, maka kurangi lagi hangatnya. Temperatur yang dinginkan setidaknya mendekati suhu tubuh rata-rata yaitu 36-37⁰C. Fungsi air hangat ini untuk mengimbangi peningkatan suhu di area yang sakit. Cara ini mirip dengan reflex kita saat kepala kita terbentur, yaitu mengusap-usap kepala. Tindakan mengusap-usap itu akan membuat suhu di sekitar kepala menjadi rata, sehingga kepala terasa tidak sakit lagi.

• Jika ia masih merasakan sakit, berikan ia paracetamol (obat demam) dengan dosis yang sesuai, misalnya 3 x 1 sendok teh. Dosis ideal paracetamol adalah 10-15 mg / kgBB / hari.

• Jangan diberi makan dulu sekurang-kurangnya dalam waktu 6 jam. Ini bertujuan untuk melihat ada atau tidak keluhan muntah karena cedera kepala. Dengan diberi makan, gejala ini akan sulit dinilai, apakah muntah karena makanan, atau muntah karena cedera kepala.

• Jika akan dibawa ke dokter, klinik, rumah sakit, pilihlah instansi yang memiliki fasilitas foto rontgen. Diagnosa cedera kepala setidaknya membutuhkan rontgen X-ray untuk mengetahui ada atau tidak cedera kepala yang membahayakan. Apakah tidak lebih baik dengan CT-Scan? Tentu saja lebih baik. Tapi tidak semua instansi yang memiliki fasilitas ini dan dilakukannya pemeriksaan CT-scan itu juga punya indikasi tersendiri. Tidak semua cedera kepala membutuhkan CT-scan.

Selanjutnya, hal-hal apa saja yang sering kali keliru kita lakukan saat memberikan pertolongan pertama pada cedera kepala pada anak-anak?
• Membiarkan saja, dengan alasan “tidak akan ada apa-apa”. Sikap menyepelekan seperti ini kurang cocok diterapkan pada cedera anak-anak, apalagi cedera kepala
• Memarahi si anak. Anak yang mendapat cedera tidak butuh dimarahi, melainkan butuh pertolongan.
• Panik, apalagi si anak sudah menangis, menjerit karena kesakitan. Lakukan saja langkah pertolongan di atas, karena memang hanya itulah yang dibutuhkan si anak.
• Memberi makan hingga kenyang, dengan alasan jika sudah kenyang, biasanya anak akan langsung tertidur. Padahal cara ini beresiko tertutupnya keluhan muntah seperti yang diterangkan di atas.

Nah, jika anak Anda terjatuh dan kepalanya terbentur lantai, Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan, bukan? Semoga bermanfaat.

 
You might also like these
SAKIT JIWA KAMBUH, DUH REPOTNYA!
Sebenarnya, sakit apapun jika sudah dikategorikan kambuh, itu berarti kita harus siap dibuat repot. Kambuh / bangkitan (relaps/recurrence) merupakan suatu keadaan yang muncul mendadak dalam suatu perjalanan penyakit, dimana kondisi itu memburuk ...
READ MORE
Menusuk Jari Dengan Jarum Sebagai Pertolongan Pertama Pada Stroke, Efektifkah?
Saat paman saya terserang stroke, saya ditelepon dan diharapkan segera datang. Keluarga paman merasa panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Keluhan yang muncul adalah bicara pelo, kaki kanan terasa lemah, ...
READ MORE
SAKIT JIWA KAMBUH, DUH REPOTNYA!
Menusuk Jari Dengan Jarum Sebagai Pertolongan Pertama Pada

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Related posts:

  1. SAKIT JIWA KAMBUH, DUH REPOTNYA!
  2. Menusuk Jari Dengan Jarum Sebagai Pertolongan Pertama Pada Stroke, Efektifkah?
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal

Leave a Comment

Referral-Link
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.