diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
2,535 views

BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?

Posted on December 2nd, 2009 in Age-related Disease , ,

Hampir semua, atau kalau boleh dibilang ‘semua’, lansia (lanjut usia) mengeluhkan nyeri pada sendi dan ototnya, disebut rematik. Rematik merupakan istilah yang tidak spesifik untuk menggambarkan berbagai keluhan dan kelainan yang mengenai sistem locomotor yang melibatkan sendi, otot, jaringan ikat, jaringan lunak di sekitar sendi dan tulang. Jadi, setiap keluhan nyeri sendi dan tulang, bisa disebut sebagai keluhan rematik. Perubahan-perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin meningkatnya usia. Perubahan terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal (otot dan tulang) dan jaringan lain (jaringan ikat, jaringan lunak) yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya beberapa golongan rematik. Artinya, dalam keadaan normal, lansia pasti mengalami rematik. Pertanyaannya, apakah hal ini bisa dicegah?

Bisakah nyeri rematik pada lansia dicegah?Terminologi rematik tidak mengarahkan kepada sebuah diagnosa, melainkan menggambarkan sekumpulan keluhan mengenai sistem muskuloskeletal. Ada banyak golongan penyakit yang menyebabkan munculnya keluhan rematik. Proses degeneratif (penuaan) jelas meningkatkan resiko menderita keluhan rematik, namun perlu dicatat bahwa penderita rematik pun juga muncul pada usia yang lebih muda. Rematik yang sering dijumpai pada lansia adalah osteoartritis, osteoporosis, tendinitis, bursitis, fibromyalgia, low back pain, artropati kristal bukan gout, gout artritis, rheumatoid artritis, dan sebagainya. Sebagai informasi, ada lebih dari 100 macam penyakit yang diklasifikasikan dalam golongan rematik.

Saat seorang lansia mengeluhkan rematik pada punggungnya, itu artinya ia mengeluhkan nyeri pada tulang dan otot punggungnya. Bagaimana timbulnya kejadian rematik ini, sampai sekarang belum sepenuhnya dapat dimengerti karena belum jelas diketahui asal sumber penyebabnya. Mengenai hal ini New York Times pernah mempublikasikan artikel berjudul THE CAUSE REVEALED: The Real Source of Rheumatism is Finally Found by Scientific Discovery pada tanggal 24 Januari 1989.

For years the medical proffesion and people generally have been inquiring “what is the cause of rheumatism?”. Millions have suffered from its strange attacks, have endured in silence and still wondered what coould have caused it. Like all great things in this world, the cause is very simple when clearly understood.

Uric acid in the blood is the one great cause of all this trouble, all this pain, all this annoyance, which so often wrecks the life.

But how does this uric acid get into the blood? That is the great question.
Uric acid gets into the blood, poisons the blood, and often ruins the life, because it is not expelled from the system.

But how can it be thrown out of the system?
In one way, and one way only – through the kidneys. Is this not simple, is in no reasonable – it is true?
It is because the kidneys are not doing their duty that uric acid remains in the body, gets into the blood, causes those terrible pains in the joints and muscles and frequently brings on more serious troubles.

Artikel di atas menjelaskan bahwa para peneliti berkeyakinan bahwa biang kerok munculnya keluhan rematik adalah asam urat. Asam urat ini dikeluarkan melalui urin dan ini adalah satu-satunya cara untuk mengurangi asam urat. Atas dasar inilah, bagi mereka yang mengkonsumsi obat asam urat, harus memperbanyak minum agar produksi urinnya lebih banyak sehingga diharapkan asam uratpun dapat terbuang melaluinya.

Tapi ternyata untuk menurunkan level asam urat dalam darah adalah usaha yang super berat. Dari pengalaman praktek, saya menemukan kasus menurunkan asam urat jauh lebih sulit ketimbang menurunkan kolesterol. Memang ada beberapa kasus dimana kolesterol tetap tinggi walaupun sudah mengatur konsumsi makanan ditambah obat, tapi jauh lebih banyak kasus dimana asam uratnya tetap tinggi walaupun sudah melakukan diet dengan cara apapun plus obat-obatan. Mengapa demikian?

Asam urat merupakan hasil metabolisme dari purin. Artinya, semakin tinggi kadar purin dalam makanan, maka semakin tinggi pula level asam urat dalam darah. Purin ini terdapat pada berbagai macam sumber makanan seperti daging hewan baik di darat maupun di laut, sayur-sayuran, minyak goreng, coklat, dan sebagainya. Ini adalah penjelasan yang paling sering digunakan oleh para dokter. Pada kenyataannya penjelasannya jauh lebih kompleks. Dengan kata lain, hanya dengan membatasi asupan purin di dalam makanan belum bisa menjamin bahwa keluhan nyeri sendi tidak muncul, pun tidak menjamin asam urat tidak tinggi.

Lantas, bagaimana solusi terbaik untuk hal ini? Ada banyak langkah yang bisa dilakukan tapi secara garis besarnya merupakan 4 langkah praktis berikut ini :

  1. Banyak minum air putih
  2. Konsumsi rendah protein. Perlu diingat bahwa purin terdapat pada semua makanan yang mengandung protein.
  3. Konsumsi rendah lemak
  4. Turunkan berat badan Anda jika Anda kelebihan berat badan
  5. Yang terpenting : Jangan bergantung pada obat penghilang rasa sakit (analgetik)! Pada lansia, konsumsi analgetik sangat perlu diwaspadai dan perlu dimonitor. Lain waktu akan dibahas mengenai hal ini, mengapa dan harus bagaimana.

Walaupun kelima langkah ini tidak menjamin seseorang akan bebas dari nyeri rematik, tapi setidaknya mengurangi intensitas dan frekuensi munculnya nyeri rematik. Kita tidak bisa menahan proses penuaan, tapi kita ingin masa tua itu dilalui tanpa nyeri yang berkepanjangan, dan itu bukanlah satu hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Semoga bermanfaat.

 
You might also like these
MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?
“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.” Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang ...
READ MORE
14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
Merawat penderita kepikunan sering kali membuat anggota keluarga ataupun orang-orang terdekat merasa stress, depresi, lelah, dan perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Untuk itu dibutuhkan metode agar perasaan-perasaan tersebut bisa dihindari. Berikut ini tipsnya ...
READ MORE
5 TIPE ORANG LANJUT USIA
Merawat mereka yang sudah lanjut usia tidak bisa disamakan seperti merawat orang yang muda, apalagi dianggap seperti kanak-kanak. Sifat yang dibawa semenjak muda akan menjadi sifatnya di waktu tua. Orang yang paling ...
READ MORE
Diabetes, Bolehkah Mengkonsumsi Madu?
Khasiat madu memang sudah sangat populer. Dengan kandungan yang beraneka ragam, madu diyakini merupakan makanan terbaik kedua setelah ASI (Air Susu Ibu). Fungsinya tidak hanya sebagai menjaga kesehatan, tapi juga mengobati berbagai ...
READ MORE
Mengenal Tipe-Tipe Sakit Kepala
Sakit kepala merupakan problem kesehatan yang mungkin paling sering dijumpai. Hampir segala usia bisa mengalami sakit kepala, namun tidak semua mampu menceritakan rasa nyerinya dalam kata-kata. Namun, tanda-tandanya akan sangat mudah terlihat ...
READ MORE
MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?
14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
5 TIPE ORANG LANJUT USIA
Diabetes, Bolehkah Mengkonsumsi Madu?
Mengenal Tipe-Tipe Sakit Kepala

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Related posts:

  1. MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?
  2. 14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
  3. 5 TIPE ORANG LANJUT USIA
  4. Diabetes, Bolehkah Mengkonsumsi Madu?
  5. Mengenal Tipe-Tipe Sakit Kepala
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal

Leave a Comment

Referral-Link
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.