MEMILIH CAT INTERIOR RUMAH YANG SEHAT
Posted on December 1st, 2009 in Inner Healing At Home Bahasa_Indonesia, Pollution, Wall Paint
Dalam mempersiapkan ruangan yang sehat tentu mesti memperhatikan kualitas interior ruangan tersebut. Tidak hanya memperhatikan kecantikan ruangan, tapi juga kesehatan ruangan itu agar penghuninya merasa nyaman, aman dan hidup lebih sehat. Kita tidak ingin ruangan kita menjadi musuh dalam selimut yang selalu mengintai di saat kita lemah, bukan? Karena seyogyanya rumah tempat kita bernaung, ruangan yang kita tempati, menjadi pelindung bagi diri kita, bukan menjadi pengancam.
Artikel ini merupakan sebagian kecil dari harus diperhatikan dalam menciptakan kesehatan dari dalam rumah, yaitu memilih cat interior. Sebagaimana yang telah dikupas dalam artikel Wall Paint dan A Toxic VOC, tentunya kita telah mengetahui dampak buruk jika kita keliru menyikapi bahan-bahan yang terkandung dalam cat interior. Anda pastinya tidak menginginkan salah seorang anak Anda tertelan debu timbal dan mercury yang kebetulan bersumber dari cat dinding Anda yang rontok, bukan? Jika memang demikian, tips berikut memberikan solusi untuk hal ini :
- Cat dinding yang lama merupakan sumber timbal dan mercury. Cat yang sudah terkelupas jangan dibiarkan dalam jangka waktu lama, karena ia mengandung bahan yang berbahaya apabila tertelan dan terhirup. Kupaslah cat yang lama tersebut dan tutup dengan cat baru yang lebih ramah bagi lingkungan.
- Pilihlah cat yang ditandai dengan label free lead and mercury, low volatile organic compound (VOC). Seperti diketahui di Indonesia belum ada cat dengan label zero volatile organic compound. VOC ini merupakan pelarut bagi cat yang berbasis minyak.
- Cat mudah terkelupas karena beberapa sebab. Paling sering adalah jamur. Jamur tumbuh pada tempat yang lembab. Jika dinding Anda lembab (mungkin karena retakan halus, dinding senantiasa terendam air, dan sebagainya), maka sudah dapat ditebak dinding akan mudah berjamur, yang pada gilirannya cat dinding pun akan terkelupas. Sebelum pengecatan, pastikan pori-pori dinding tertutupi dengan baik dengan menggunakan dempul dan cat dasar, lalu gunakanlah anti jamur baik untuk interior maupun eksterior. Walaupun terkesan agak ribet, tapi demi kesehatan, kenapa tidak?
- Khusus untuk eksterior, pilihlah cat dengan label double UV protection agar lebih tahan lama dan tidak mudah pudar.
- Untuk interior, pilihan cat yang tahan noda tentu menjadi pilihan tersendiri. Biasanya cat yang tahan noda merupakan cat berbasis minyak yang menggunakan VOC. Jadi, pilihlah cat dengan kadar VOC rendah.
- Gunakan warna yang sesuai. Pemilihan warna dinding menggambarkan karakter dari penghuninya. Kombinasikan beberapa warna untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
- Jangan buru-buru menghuni rumah yang baru selesai dibangun ataupun dicat. Banyak zat-zat beracun yang berada di dalam dan di luar ruangan. Sekurang-kurangnya butuh waktu 6-12 bulan agar kadar zat tersebut menjadi lebih rendah dan layak dihuni. Pastikan ventilasi ruangan dalam kondisi baik.
Harga cat yang mahal tidak menjadi jaminan bahwa cat itu sehat. Sehat tidaknya cat sangat bergantung pada bahan yang terkandung di dalamnya. Soal kualitas pengecatan tidak semata-mata bergantung pada cat yang digunakan, melainkan persiapan sebelum-saat-sesudah pengecatan. Jika rumah Anda butuh dicat ulang, maka lakukanlah secara bertahap secara selang seling. Hindari terhirup langsung dengan aroma yang dihasilkan oleh cat tersebut. Jika kamar dalam proses pengecatan, maka jangan tidur di dalamnya. Dengan ventilasi yang baik, butuh waktu sekurang-kuranganya 1-2 minggu agar aroma catnya tidak tercium lagi.
Ada yang mau menambahkan?
Related posts:
- A TOXIC VOC FOR YOUR INTERIOR PAINTS
- BAGAIMANA MIE INSTAN DIBUAT?
- WALL PAINT, BETWEEN POSITIVE AND NEGATIVE EFFECT






Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
June 26th, 2010 at 4:15 pm
apa sudah ada yg beredar di Indonesia? Apa merk nya? dimana bisa didapat?