diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
2,799 views

MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?

Posted on December 7th, 2009 in Age-related Disease , ,

Nyeri Rematik“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.” Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang telah lebih dahulu mengalaminya. Mereka pun membandingkan mana yang sering mandi malam dan mana yang tidak. Kesimpulan saat ini adalah mereka yang suka mandi malam akan lebih cepat terkena rematik ketimbang yang tidak.

Beberapa keluhan seputar rematik ini memang selalu dikait-kaitkan dengan kebiasaan seseorang yang kebetulan ‘suka’ mandi malam. Lewat artikel singkat ini, kita akan coba mencari tahu kebenaran tentang fakta-fakta ini. Mudah-mudahan sedikit banyak mampu menambah wawasan kita. Soal sepele tidak lagi sepele jika sudah merebut keyakinan seseorang. Bagaimana Anda bisa disembuhkan jika Anda sendiri tidak peduli dengan kesehatan Anda? Jika mandi malam ternyata menyebabkan rematik, apakah Anda masih nekad melakukannya?

Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya, Anda bisa mengetahui bagaimana duduk perkaranya rematik ini. Jika belum, Anda bisa klik di sini. Para ahli meyakini bahwa biang keroknya nyeri sendi pada usia lanjut adalah asam urat. Jika kita mau jujur, asam urat itu tidak terdapat pada air mandi. Lagipula, dengan menyiramkan air ke tubuh pada malam hari, Anda tidak akan mendapat apapun, kecuali basah dan dingin. Apakah kedua hal ini memicu rematik suatu hari nanti?

Kebanyakan dari mereka yang berusia lanjut (disebut juga lansia) mengalami rematik. Perbedaannya adalah pada waktu, ada yang cepat, ada yang lama. Tapi, tidak dipungkiri masing-masing kita akan mengalami hal tersebut. Faktor asupan makanan memegang peranan penting munculnya keluhan sendi. Hampir semua produk makanan, kecuali buah-buahan, beresiko meningkatkan level asam urat dalam darah.

Mandi malam tidak menyebabkan nyeri rematik, tapi mandi malam jelas memperberat keluhan nyeri rematik. Artinya, bagi mereka yang ternyata sudah menderita rematik, tidak dianjurkan mandi malam. Kalaupun memang ingin mandi, utamakan dengan air hangat. Rasa dingin akan memperberat nyeri sendi, dan ini tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Bagi mereka yang belum mengalami nyeri rematik, sebaiknya mulailah menjaga asupan makanan dan memperbanyak minum. Kita tentu sulit menghindari kandungan purin dalam makanan, padahal semua produk makanan yang mengandung protein sudah pasti mengandung purin. Jika kita kurang mengkonsumsi protein, maka tubuh akan terasa lemas dan kurang sehat. Jika kita terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih banyak terdapat asam urat dalam darah kita. Saat usia muda, hal itu tidak terlalu mengganggu. Tapi, saat usia tua, hal itu tentu sangat mengganggu.

Mandi malam dapat memicu penuaan dini. Ini dikarenakan saat dingin, tubuh akan masuk ke keadaan stress. Ia akan meningkatkan metabolismenya agar temperatur tubuh tetap normal dan meningkatkan aliran darahnya (vasokonstriksi) untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuhnya. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak kalori dan oksigen. Untuk mencukupi kebutuhan kalori, maka dibutuhkan asupan kalori lebih banyak dengan cara menimbulkan rasa lapar dan lapar. Untuk mencukupi kebutuhan oksigen, orang tersebut akan bernafas lebih cepat. Makanan dan hasil metabolisme, walaupun menghasilkan energi yang dibutuhkan, cenderung menumpuk hasil metabolit berupa oksidan dalam tubuhnya. Jika hal itu terjadi bertahun-tahun lamanya, maka orang tersebut akan mengalami gejala seperti layaknya orang yang sudah tua. Gejala yang paling umum adalah nyeri sendi. Tapi, ini bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebab karena harus memperhatikan apa pekerjaan, kebiasaan lainnya, penyakit lain, faktor keturunan, kondisi psikologis, faktor eksternal (polusi, makanan, radiasi, tingkat kelembaban), dan sebagainya.

Ada beberapa langkah yang mungkin kita bisa aplikasikan sehari-hari.

  1. Hindari mandi malam. Kalaupun memang harus mandi di malam hari, utamakan dengan air hangat. Prinsipnya hindari kondisi kedinginan. Kalau tubuh Anda mampu melawan rasa dingin (karena ada latihan sebelumnya), mungkin dapat dikecualikan. Pada dasarnya mandi dengan air dingin tidak dianjurkan, kecuali bagi mereka yang berusia muda, karena air dingin cocok untuk mengusir rasa malas.
  2. Utamakan makan banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya dengan antioksidan. Ini akan membantu mencegah penuaan dini. Anda bisa mengkonsumsinya dengan cara memasak terlebih dahulu, atau dalam bentuk jus (juice).
  3. Konsumsi Vitamin C 1000 mg per hari. Lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan Vitamin E 600-800 mg per hari.
  4. Untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat, utamakan sumber dari padi-padian, gandum, ubi, jagung, dan sagu. Untuk kebutuhan protein, Anda bisa mengkonsumsi telur dan susu.
  5. Untuk mengontrol asupan makanan, sangat dianjurkan untuk berpuasa.
  6. Memperbanyak minum. Hasil metabolisme purin berupa asam urat akan disekresikan melalui urin.
  7. Hindari minuman-minuman bersoda. Minuman bersoda akan meningkatkan pelepasan calcium dari tulang. Pada gilirannya akan memperberat kerja ginjal dan membuat tulang rapuh.

Ingat, kesehatan itu mahal harganya. Semoga bermanfaat dan tetap hidup sehat.

 
You might also like these
BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?
Hampir semua, atau kalau boleh dibilang ‘semua’, lansia (lanjut usia) mengeluhkan nyeri pada sendi dan ototnya, disebut rematik. Rematik merupakan istilah yang tidak spesifik untuk menggambarkan berbagai keluhan dan kelainan yang mengenai ...
READ MORE
14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
Merawat penderita kepikunan sering kali membuat anggota keluarga ataupun orang-orang terdekat merasa stress, depresi, lelah, dan perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Untuk itu dibutuhkan metode agar perasaan-perasaan tersebut bisa dihindari. Berikut ini tipsnya ...
READ MORE
5 TIPE ORANG LANJUT USIA
Merawat mereka yang sudah lanjut usia tidak bisa disamakan seperti merawat orang yang muda, apalagi dianggap seperti kanak-kanak. Sifat yang dibawa semenjak muda akan menjadi sifatnya di waktu tua. Orang yang paling ...
READ MORE
Diabetes, Bolehkah Mengkonsumsi Madu?
Khasiat madu memang sudah sangat populer. Dengan kandungan yang beraneka ragam, madu diyakini merupakan makanan terbaik kedua setelah ASI (Air Susu Ibu). Fungsinya tidak hanya sebagai menjaga kesehatan, tapi juga mengobati berbagai ...
READ MORE
Terapi Alternatif Untuk Migren
Ada beberapa terapi alternatif yang bisa digunakan untuk terapi preventif bagi penderita migren. Ada yang menggunakan kombinasi biofeedback dan terapi relaksasi. Ada juga yang menggunakan ramuan herbal terpercaya yang sukses digunakan dalam ...
READ MORE
BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?
14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
5 TIPE ORANG LANJUT USIA
Diabetes, Bolehkah Mengkonsumsi Madu?
Terapi Alternatif Untuk Migren

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Related posts:

  1. BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?
  2. 14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
  3. 5 TIPE ORANG LANJUT USIA
  4. Diabetes, Bolehkah Mengkonsumsi Madu?
  5. Terapi Alternatif Untuk Migren
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal


One Response to “MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?”

  1. Mandi Malam = Rematik ?? | My Blog Says:

    [...] tentang bahayanya mandi malam. Artikel ini saya dapatkan saat berkunjung ke situs tetangga disini lalu saya melakukan sedikit modifikasi. Saya ingatkan artikel ini memang terlihat sangat panjang, [...]

Leave a Comment

Referral-Link
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.