diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
1,302 views

MENGUAP TIDAK SELALU BERARTI MENGANTUK

Posted on January 21st, 2010 in Daily Activities ,

menguapRasa kantuk memang selalu diidentikkan dengan menguap (yawning). Tapi, tidak demikian sebaliknya. Menguap tidak dapat selalu diartikan mengantuk. Mekanisme terjadinya hal ini sebenarnya berbeda. Dalam tulisan kali ini, Care and Healed akan membahas sedikit tentang menguap tidak selalu berarti mengantuk.

Mengantuk merupakan proses mempersiapkan diri untuk tidur (bedtime). Ini berhubungan dengan circadian ritme seseorang dimana ia telah mengeset jam biologis tertentu (seperti lapar, haus, mengantuk, tidur, bangun, olahraga, dan sebagainya). Proses mengantuk sendiri merupakan hasil dari peninggian hormon melatonin yang disekresikan oleh kelenjar pineal di otak, sebagian disekresikan di lambung dan usus. Melatonin ini meninggi saat mata menangkap kegelapan, dan menurun saat mata menangkap cahaya. Jadi, berdasarkan teori ini, manusia memang memiliki jam tidur pada malam hari dan jam kerja pada siang hari. Gangguan pada hormon ini akan menyebabkan insomnia (sulit tidur pada malam hari).

Menguap terjadi pada saat tubuh kekurangan oksigen. Dengan menguap, kita menghirup oksigen sebanyak-banyaknya melalui mulut agar dapat memenuhi kekurangan oksigen di dalam tubuh. Anda bisa membuktikannya sendiri, bahwa saat menguap, kita akan mengambil nafas dalam-dalam, bukan membuang nafas.

Hal-hal yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen

Antara lain adalah :
Kelaparan. Dalam keadaan kurangnya asupan glukosa, maka metabolisme otak akan menurun. Otak merupakan organ yang paling rakus terhadap konsumsi glukosa dan oksigen. Menurunnya asupan glukosa, maka secara tidak langsung menurunkan konsumsi oksigen oleh otak. Reaksi selanjutnya, selain menerbitkan rasa lapar ke daerah lambung, adalah menguap.

Keletihan. Penggunaan energi untuk bekerja otomatis membutuhkan oksigen sebagai bahan bakarnya (oksidasi). Selain membutuhkan oksigen yang banyak, hasil oksidasi juga memunculkan oksidan yang harus dibuang. Jika menumpuk, maka ia akan mengganggu sirkulasi darah. Menguap membantu mencukupi kebutuhan oksigen yang kurang tersebut.

Belajar ataupun hal-hal yang memeras pikiran. Para pelajar, mahasiswa, analis, dokter, dan sebagainya, yang sehari-harinya mengandalkan otaknya, bukan otot, untuk bekerja, maka akan lebih sering menguap. Biasanya, proses ini diikuti dengan rasa lapar. Metabolisme otak yang tinggi membutuhkan asupan glukosa dan oksigen lebih banyak lagi.

Stress ataupun beban psikologis lain. Saat stress ataupun terbeban sesuatu, reaksi pertama pada manusia adalah mempercepat denyut jantungnya, mempercepat nafasnya. Bagi mereka yang terbiasa dengan kondisi ini, misalnya pada dokter UGD, pemadam kebakaran, tentara, reaksi ini tidak menimbulkan dampak apapun. Tapi, pada mereka yang tidak terbiasa, mekanisme alert ini akan membuatnya cepat letih, yang pada gilirannya nanti dia akan menguap.

Tekanan udara yang tinggi. Pada daerah yang sangat tinggi, tekanan udara yang tinggi akan menyebabkan paru-paru sulit mengambil udara. Jika tidak ada latihan sebelumnya, maka hal ini akan sangat berbahaya, misalnya di atas pesawat, jet, dan sebagainya.

Udara dingin. Pada suhu udara yang lebih rendah, tubuh akan mempertahankan suhu rata-rata tubuh (36,5-37,1 derajat Celcius) dengan cara membakar lemak. Hal ini berguna agar tubuh tidak jatuh ke keadaan kedinginan. Jika gagal, dibantu dengan jaket, selimut, ataupun baju tebal lainnya. Proses peningkatan metabolisme lemak ini membutuhkan oksigen lebih banyak dan tambahan asupan makanan. Tidak heran jika di daerah yang dingin, kita akan lebih cepat lapar, menguap, dan mengantuk.

Ruangan yang sempit, ventilasi yang kurang baik, dan ber-AC. Dalam ruangan ber-AC, kita cenderung menutup semua lubang ventilasi agar udara dinginnya tidak sia-sia dan bisa kita nikmati. Padahal cara ini justru mengurangi sirkulasi udara, menurunkan oksigen, dan meningkatkan kandungan carbondioksida. Pastikan ruangan tersebut memiliki exhaust-fan. Jika tidak, bukalah jendela Anda.

Penyakit-penyakit yang dihubungkan dengan mengantuk

  • Kurang darah (anemia)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Diabetes
  • Hiperkolesterol
  • Gangguan gizi
  • Chronic Hepatitis
  • Gangguan paru
  • Gangguan-gangguan metabolik lainnya

Jadi, menguap memang tidak selalu berarti mengantuk. Untuk memutuskan tidur atau tidak, seyogyanya kita tidak perlu menunggu menguap dulu. Saat mata terasa berat, tanpa menguap pun, sudah berarti hendak tidur.

Selamat tidur bagi mereka yang hendak tidur. Dan bagi yang tidak, selamat membaca artikel-artikel lainnya.

 
You might also like these
MENGUAP, MENGANTUK, DAN TIDUR
Menguap, mengantuk, dan tidur adalah kombinasi sempurna Secara rata-rata, aktivitas lanjutan dari menguap adalah mengantuk, dan mengantuk adalah proses tubuh mempersiapkan untuk tidur (bedtime). Saat tubuh kekurangan oksigen, maka mulut akan menguap dan ...
READ MORE
MEMILIH LENSA KONTAK
Secara garis besar, lensa kontak hadir dalam tiga jenis yaitu hard lens, soft lens, dan rigid gas permeable lens (RGP). Lensa kontak yang baik umumnya dilengkapi dengan lapisan air mata yang bisa ...
READ MORE
Kenali 7 Tanda Mata Si Kecil Sudah Mulai Bermasalah
“Ma... Ga keliatan...” keluh si kecil ketika ia merasa kesal karena objek yang di hadapannya tidak bisa dilihatnya dengan jelas. Reaksi si ibu biasanya akan mengajaknya untuk melihat lebih dekat lagi. Nah, ...
READ MORE
Gatal Jamur, Bagaimana Mencegahnya?
Untuk terhindar dari penyakit jamur, tentunya kita harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan. Beberapa langkah di bawah ini bisa Anda praktekkan sehari-hari, tidak hanya buat mereka yang ingin tercegah dari ...
READ MORE
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (Bagian 1)
Pameo meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi suplemen berindikasi terhadap kurangnya pemahaman akan sistem daya tahan tubuh itu sendiri. Apakah Anda tahu bahwa suplemen tidak bisa menjadi andalan tunggal dalam meningkatkan ...
READ MORE
MENGUAP, MENGANTUK, DAN TIDUR
MEMILIH LENSA KONTAK
Kenali 7 Tanda Mata Si Kecil Sudah Mulai
Gatal Jamur, Bagaimana Mencegahnya?
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (Bagian 1)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Related posts:

  1. MENGUAP, MENGANTUK, DAN TIDUR
  2. MEMILIH LENSA KONTAK
  3. Kenali 7 Tanda Mata Si Kecil Sudah Mulai Bermasalah
  4. Gatal Jamur, Bagaimana Mencegahnya?
  5. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (Bagian 1)
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal

Leave a Comment

Referral-Link
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.