MENGUAP, MENGANTUK, DAN TIDUR
Posted on January 22nd, 2010 in Daily Activities Bahasa_Indonesia, Sleep
Menguap, mengantuk, dan tidur adalah kombinasi sempurna
Secara rata-rata, aktivitas lanjutan dari menguap adalah mengantuk, dan mengantuk adalah proses tubuh mempersiapkan untuk tidur (bedtime). Saat tubuh kekurangan oksigen, maka mulut akan menguap dan mata mengeluarkan air mata untuk membasahi kornea. Mata akan sayu sebagai pertanda mulai mengurangi paparan sinarnya. Reaksi ini akan memicu rasa kantuk dan tidur. Tidur menyempurnakan semua proses ini. Dengan tidur, kegiatan otak dapat diminimalisir sehingga tidak membutuhkan oksigen yang banyak. Tidur itu sendiri tidak hanya beristirahat, tapi juga memenuhi kebutuhan oksigen untuk seluruh tubuh, dengan harapan setelah bangun tidur, tubuh kembali segar seperti sedia kala.
Pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan antara lain :
T: Bagaimana jika mengantuk tapi ‘terpaksa’ tidak tidur?
J : Sebenarnya tidak menjadi masalah. Gangguan tidur tidak akan terjadi karena ‘terpaksa’ tidak tidur. Beberapa dari kita mungkin sudah terbiasa melawan rasa kantuk dan tidak menyebabkan efek apapun pada dirinya. Istilah kurang tidur hanya bagi mereka yang menderita gangguan tidur, tidak bisa nyenyak, ataupun tidak cukup waktu untuk tidur.
T : Bagaimana jika ingin tidur, tapi tidak mengantuk?
J : Hal ini tidak mungkin. Rasa kantuk adalah tanda awal untuk tidur. Jika tidak mengantuk, buat apa tidur?
T : Berapa lama idealnya waktu tidur per hari?
J : Secara rata-rata lama waktu tidur perhari berkisar 6-8 jam. Namun, ketimbang memperhatikan jumlah jam tidur, lebih baik memperhatikan seberapa baik kualitas tidur Anda. Pastikan Anda tidur dengan kondisi yang benar-benar rileks sempurna, tubuh tidak tertekuk, menggunakan pakaian yang benar-benar longgar, udara yang sehat, dan tarikan nafas yang sempurna.
T : Apa dampak bagi kesehatan jika kurang tidur?
J : Kurang tidur diakibatkan buruknya kualitas tidur seseorang, bukan kurangnya jam tidur seseorang. Dampaknya tentu sangat jelas. Tubuh akan lebih cepat letih, rasa kantuk akan mudah menyerang, dan sering tampak lesu, kurang gairah, malas makan, dan sebagainya. Beberapa kondisi yang pernah saya temui, seseorang yang kurang tidur justru mencetuskan insomnia.
T : Apakah meminum obat untuk tidur berbahaya?
J : Solusi ini memang selalu dijadikan solusi paling akhirnya, tapi sejujurnya saya mengatakan bahwa medis tidak pernah berniat menciptakan obat tidur. Adapun obat-obat sedativ hipnotik memang memiliki efek menenangkan dan membuat kantuk, tapi cara ini tidak digunakan bagi seseorang yang secara fisiologis dan psikologis normal. Tapi, saat berhadapan dengan mereka penderita Schizoprenia yang sering tidak bisa tidur, mengamuk, berteriak-teriak, maka obat-obatan ini cukup ampuh membuatnya diam dan tertidur. Bagi kita yang normal, utamakan menggunakan cara-cara yang alami seperti aromatherapi, relaksasi, hipnoterapi, dan sebagainya. Hal itu sangat dianjurkan karena terbukti baik untuk kesehatan.
T : Saya selalu terbangun di malam hari. Apakah saya penderita insomnia?
J : Tidak selalu orang yang tidak bisa tidur di malam hari disebut insomnia. Harus dinilai, apakah ia punya jam tidur siang? Berapa umurnya? Apa saja aktivitasnya? Seberapa baik kualitas tidurnya? Berapa lama yang dihabiskan untuk tidur? Dan sebagainya. Untuk pastinya, Anda bisa konsultasikan ke dokter Anda.
Menguap itu ‘menular’
Pernahkah Anda memperhatikan jika salah seorang teman di samping Anda menguap, maka beberapa saat kemudian Anda pun menguap tanpa alasan yang jelas? Fenomena ini menggambarkan seakan-akan menguap itu ‘menular’. Istilah menular memang terdengar kurang tepat, karena menguap tidak mengeluarkan bahan apapun yang bisa terhirup oleh orang lain sehingga menyebabkan kuap juga. Istilah yang paling tepat adalah ikut-ikutan menguap. Hal ini terjadi terutama sekali pada anak-anak. Bahkan tidak hanya pada manusia, tapi juga pada mammalia lainnya, walaupun tidak semuanya. Pertanyaannya, mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah ini proses mimikri (proses meniru gerakan)? Sampai ini hari pun tidak ada penjelasan yang memuaskan. Satu-satu penjelasan yang mungkin bisa menjawab adalah empati, tapi hal ini masih butuh keterangan lebih lanjut.
Tips agar tidak menguap dan tidak mengantuk
Berikut ini adalah tips bagi mereka yang aktif, sedang bekerja, dan bisa terhindar dari rasa kantuk dan menguap.
- Kunyahlah permen. Dengan mengaktifkan rahang, permen tersebut juga memberikan asupan glukosa untuk tubuh.
- Makan secukupnya. Makan banyak justru membuat memaksa organ tubuh bekerja lebih giat mengolah makanan dan hal ini kurang baik.
- Istirahat yang cukup dan berkualitas. Jangan terlalu fokus pada jam tidur Anda, tapi fokuskan pada kualitas tidur Anda. Jika saat bangun tidur Anda masih mengantuk, mungkin kualitas tidur Anda perlu dipertanyakan.
- Miliki nafas yang sehat. Organ pernafasan sangat penting dalam meningkatkan asupan oksigen ke seluruh tubuh.
- Miliki ventilasi udara yang baik agar udara bebas keluar masuk, berganti dengan yang lebih baik. Pastikan lingkungan Anda mendukung terciptanya udara yang segar dan bersih.
Hidup sehat tidak cukup hanya mengandalkan nutrisi dan olahraga, namun kualitas tidur yang baik pun sangat berpengaruh. Tidak disebutkan bahwa tidur yang baik harus di atas kasur yang super empuk, ruangan ber-AC, minum susu lebih dulu, dan tetek bengek lainnya yang tidak berhubungan. Jadi, siapapun Anda, apapun profesi Anda, dimanapun Anda berada, mendapatkan tidur yang penuh kualitas tetap menjadi bagian dari harta yang tak ternilai harganya. Gangguan tidur tidak hanya menyebabkan masalah di fisik, tapi juga psikis.
Ada yang mau menambahkan?
Related posts:






Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
*Widget By mfaisal
Leave a Comment