Kalau mau jujur, beberapa orang melewatkan sarapan pagi bukan hanya karena tidak sempat ataupun tidak ada waktu, tapi lebih karena kebiasaan. Faktor kebiasaan memang merupakan salah satu alasan utama seseorang ‘terpaksa’ melakukan sesuatu, di samping karena ada faktor penyakit ataupun faktor ‘x’ lain. Berikut ini akan dijelaskan 7 macam kesalahan yang sering dilakukan orang setelah tidak sarapan pagi.
Published by care and healed //
Survey menyebutkan bahwa 22% orang tua yang diwawancarai mengatakan bahwa anak-anak mereka melewatkan sarapan pagi 3-5 hari sekolah setiap minggunya; dan sekitar 20% melewatkan sarapan paginya pada 1-2 hari sekolah. Alasan yang dikemukakan biasanya tidak jauh berbeda satu sama lain. Rata-rata mengatakan ‘tidak sempat’, ‘tidak ada waktu buat sarapan’, dan sebagainya. Berapa banyak dari kita yang menghafal buat ujian pagi nanti sambil sarapan? Rata-rata anak melakukan hal yang demikian.
Published by care and healed //
Diperkirakan perempuan di usia matang mengoleskan lebih dari 200 zat kimia pada setiap harinya. Bahkan sebuah studi mengatakan bahwa lebih dari 60% zat kimia tersebut diserap tubuh dan masuk ke dalam aliran darah. Ditemukan pula tak sedikit perempuan yang mendapatkan masalah pada kulitnya setelah mengolesi produk perawatan kulit seperti alergi, eczema atau eksim, dan berbagai keluhan lainnya. Bagi yang merasa kurang cocok dengan produk perawatan berbahan kimia, kenapa tidak mencoba yang alami? Mungkin khasiatnya tidak se-instan dengan produk yang mengandung kimia, tapi setidaknya bebas dari efek samping, karena produk ini asli dari alam.
Published by care and healed //
“Ma… Ga keliatan…” keluh si kecil jika ia merasa kesal karena objek yang di hadapannya tidak bisa dilihatnya dengan jelas. Reaksi si ibu biasanya akan mengajaknya untuk melihat lebih dekat lagi. Jika hal itu terjadi berulang-ulang kali, tahukah Anda bahwa mungkin saja ada masalah pada mata si kecil?
Published by care and healed //
Di banyak negara seperti Singapura, China, dan Jepang, metode ini sudah berkembang. Bahkan di Rusia pencangkokan sel induk sudah dilakukan sejak 1999. Di Indonesia sendiri, kalangan dokter pernah menjajal pengobatan dengan metode stem cell ini. Tahun 2007 rekayasa kecil-kecilan pernah dilakukan oleh beberapa dokter di RS Dharmais, Jakarta, yang menangani kasus-kasus keganasan disebabkan kanker.
Published by care and healed //
Pengobatan dengan cara stem cell mampu mereparasi jaringan tubuh manusia yang rusak akibat serangan berbagai penyakit. Lewat proses pencangkokan, sel induk akan diambil dari tubuh seseorang. Meski saat ini sumber sel induk dari bagian lain dari tubuh manusia, sumber sel induk yang selama ini menjadi tumpuan adalah sel sumsun tulang pinggul, sumsum tulang dada, tulang punggung, serta tulang rusuk.
Published by care and healed //
Seperti perkembangan tekhnologi, dunia kedokteran modern juga berkembang sangat pesat. Salah satunya berupa metode pengobatan dengan menggunakan sel punca alias sel induk. Banyak penyakit konon bisa sembuh total dengan pencangkokan sel induk, yang dalam bahasa medisnya disebut stem cell.
Published by care and healed //
Kedokteran alternatif hingga modern belum mampu memberikan solusi untuk segala macam penyakit. Sebagaimana banyaknya ragam terapi, maka lebih banyak lagi ragam penyakit. Ragam penyakit ini dimulai dari keberagaman genetika hingga keberagaman lingkungan hidup di sekitar penderitanya. Sehingga pendekatan-pendekatan terapi dimaksudkan tidak hanya untuk memberikan pengobatan secara langsung, tapi juga memberikan advis terapi terbaik yang paling mungkin diikuti oleh pasien.
Published by care and healed //
Dr. Gary R. Davis got his idea for an AIDS cure from a goat that appeared in his dreams. The late Dr. Davis never prescribed his goat serum treatment (known as BB7075) to HIV positive Americans due to legal restrictions. In 1998 one young girl, Precious Thomas, was given the serum by her mother, who stole it from Davis’ office. Some websites say the girl was cured of HIV infection, based on a viral load test conducted soon afterwards.
Published by care and healed //
Artikel sebelumnya menuliskan bahwa dibutuhkan pengujian ilmiah terhadap efektivitas obat-obatan. Tujuannya untuk mengetahui takaran optimal dan kemungkinan efek samping yang terjadi. Uji ilmiah ini diberlakukan terhadap segala jenis obat sebelum didistribusikan ke masyarakat secara luas. Namun, untuk melakukan uji / test terhadap satu jenis obat tertentu tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak prosedur sebelum mencapai pada tahapan yang dimaksud.
Published by care and healed //
Hydrogen peroxide, diluted in water, is commonly used as a bleach and a disinfectant. Some alternative health practitioners advocate drinking, injecting or bathing in weak solutions of this chemical as a cure for AIDS, flu, cancer and other illnesses. There is no evidence to support these claims. Several people have died as a result of swallowing or injecting hydrogen peroxide.
Published by care and healed //
Back to Nature, itulah slogan yang kerap kita dengar saat kita berhadapan dengan dunia pengobatan. Tidak hanya masyarakat awam, dokter sendiri pun punya impian bahwa pengobatan medis modern ini bersinergi dengan alam, sehingga memaksimalkan efek terapi dan mengecilkan, atau bahkan meniadakan, efek samping. Di Indonesia pemanfaatan obat tradisional sudah dilakukan masyarakat sejak dulu, dan menjadi warisan nenek moyang secara turun temurun.
Published by care and healed //
« Previous Entries / Home