Kenali 7 Tanda Mata Si Kecil Sudah Mulai Bermasalah
Posted on March 18th, 2010 in Daily Activities Bahasa_Indonesia, Eye
“Ma… Ga keliatan…” keluh si kecil ketika ia merasa kesal karena objek yang di hadapannya tidak bisa dilihatnya dengan jelas. Reaksi si ibu biasanya akan mengajaknya untuk melihat lebih dekat lagi. Nah, dengan jarak yang relatif lebih dekat, si kecil pun lebih leluasa melihat sehingga senanglah hatinya, walaupun sesekali ia tampak memicing-micingkan dengan/atau menggosok-gosok matanya seperti orang mengantuk. Jika hal itu terjadi berulang-ulang kali, tahukah Anda bahwa mungkin saja ada masalah pada mata si kecil?
Mata saya sudah bermasalah sejak tingkat sekolah dasar. Saat duduk di kelas 5 SD, saya sudah merasakan kurang jelas membaca tulisan di papan tulis. Tapi saat itu pengaruhnya tidak begitu besar buat saya, karena saya duduk di bangku paling depan. Begitu juga saat naik kelas 6 SD, problem itu makin terasa parah, tapi saya masih tidak terganggu dengan hal itu (karena saya merasa tidak ada gangguan apapun. Kalaupun ada, saya tidak mengerti tentang gangguan apa yang dimaksud.) Alasan kenapa saya tidak terganggu dengan hal itu adalah karena saya suka duduk di bangku paling depan, dan tulisan guru di papan tulis relatif besar. Jika ada tulisan yang panjang seperti pelajaran PMP (sekarang PPKN), maka saya termasuk salah seorang murid yang sering dimintakan menuliskan tulisan dari buku Pak/Ibu Guru ke papan tulis. Lalu, seusai menulis ke papan tulis, maka barulah saya menulis ke buku saya dengan melihat dari buku Pak/Ibu Guru itu, tidak perlu dengan membaca tulisan di papan tulis.
Mungkin hal seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja pada masa kanak-kanak. Anak-anak tidak memahami adanya gangguan pada visus matanya. Bahkan ia tidak merasa bahwa itu adalah sebuah gangguan, asalkan ia tetap bisa bermain dengan teman-temannya. Mungkin ada beberapa temannya yang mengenakan kacamata, tapi ia berfikir bahwa mata temannya sudah rusak entah karena apa.
Care and Healed mengangkat topik ini untuk mengingatkan kepada orang tua bahwa orang tualah yang paling punya peranan mengetahui hal ini. Orang tua harus segera tahu. Jangan sampai prestasi anak Anda jeblok gara-gara keluhan mata yang belakangan ketahuannya.
Berikut adalah 7 tanda bahwa mata anak Anda sudah mulai bermasalah.
- Membaca dan menonton TV terlalu dekat. Membaca / menonton terlalu dekat memang membuat mata terakomodasi dan cepat lelah. Kebiasaan ini memang mempercepat terjadinya penurunan visus mata. Tapi, tahukah Anda bahwa mungkin saja anak Anda ‘terpaksa’ melakukannya karena jarak pandangnya sudah mulai menurun? Bisa jadi ia membaca / menonton terlalu dekat bukan cuma karena kebiasaan, tapi karena memang matanya sudah mulai bermasalah.
- Mengucek-ngucek mata dan cepat mengantuk. Gangguan visus akan membuat objek yang jauh terlihat kabur. Si anak akan merasa seperti melihat objek yang berkabut. Lama kelamaan matanya menjadi lelah dan mengantuk. Perhatikanlah tanda seperti ini. Tapi bukan berarti setiap anak yang cepat mengantuk karena gangguan pada matanya. Ini hanya salah satu penyebabnya.
- Memicingkan matanya. Memicingkan mata saat melihat jauh merupakan tanda yang signifikan adanya gangguan pada mata si kecil. Memicingkan mata dilakukan untuk mengurangi paparan cahaya yang mengenai mata, sehingga diharapkan objek akan terlihat dengan lebih jelas. Biasanya dilakukan pada keadaan silau dan pada objek-objek yang jauh. Jika si kecil melakukannya pada objek-objek yang relatif tidak perlu memicingkan mata, curigai bahwa ada gangguan pada jarak pandangnya.
- Menutup sebelah matanya. Gangguan visus kerap kali hanya mengenai sebelah mata saja. Si anak akan menemukan bahwa salah satu matanya bisa melihat dengan lebih jelas ketimbang mata yang satunya. Saat melihat objek jauh, ia akan mengandalkan mata yang sehat tersebut dengan cara menutup matanya yang terganggu. Jika Anda menemukan kebiasaan tersebut, jangan hanya sekedar menganggap bahwa si anak melakukannya karena iseng, atau sedang bercanda, karena bisa jadi itu merupakan salah satu tanda matanya sedang bermasalah.
- Prestasi belajar menurun. Pernahkah Anda mendengar pendapat bahwa anak-anak yang berkacamata itu lebih pintar ketimbang yang tidak? Hal itu sebenarnya membuktikan bahwa mata punya peranan sangat penting dalam menunjang proses belajar anak. Bayangkan apa yang terjadi jika seorang anak diminta untuk mengerjakan soal di papan tulis oleh gurunya, sedangkan ia tidak bisa membaca dengan jelas tulisan di papan tulis? Besar kemungkinan ia tidak bisa mengerjakannya bukan karena ia kebodohannya, melainkan karena ia tidak bisa membaca soalnya. Guru tentu saja akan memberikan penilaian buruk pada prestasinya, apalagi jika ternyata di mata pelajaran yang lainpun demikian. Jika ia bisa melihat dengan jelas, tidak ada perbedaan tingkat kecerdasan antara anak yang berkacamata dengan yang tidak.
- Mengeluh pusing dan sakit kepala. Apa yang terjadi jika salah satu mata bisa memandang dengan jelas, sedangkan mata yang satu lagi tidak? Keluhan yang paling umum terjadi adalah pusing, dengan/tanpa sakit kepala. Keluhan ini bukan semata-mata disebabkan oleh beban pelajaran sekolah yang berat, tapi lebih dari itu mungkin disebabkan gangguan pada matanya.
- Mata sering berkedip, perih, dan berair. Anak akan lebih sering mengedipkan matanya untuk menyingkirkan rasa berkabut di matanya. Kebiasaan ini jika berlanjut maka ia akan merasa matanya perih dan berair jika tidak berkedip. Kedipan ini akan mengurangi frekuensi memicingkan mata. Bahkan ia bisa melihat lebih jelas dengan mata yang basah, seperti sedang memakai kacamata.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika kita menduga bahwa mata anak kita sudah mulai bermasalah? Kunjungi dokter mata Anda dan mintalah solusi darinya.
Semoga bermanfaat.
Related posts:
- MENGENAL DAN MERAWAT MATA
- TIPS MERAWAT MATA ANDA
- MEMILIH LENSA KONTAK
- MENGENAL LENSA KONTAK
- 7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
*Widget By mfaisal
Leave a Comment