diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
62 views

PROLOG : MENELUSURI JEJAK KESEMBUHAN

Posted on March 14th, 2010 in Global Focus , ,

Menelusuri Jejak KesembuhanKedokteran alternatif hingga modern belum mampu memberikan solusi untuk segala macam penyakit. Sebagaimana banyaknya ragam terapi, maka lebih banyak lagi ragam penyakit. Ragam penyakit ini dimulai dari keberagaman genetika hingga keberagaman lingkungan hidup di sekitar penderitanya. Sehingga pendekatan-pendekatan terapi dimaksudkan tidak hanya untuk memberikan pengobatan secara langsung, tapi juga memberikan advis terapi terbaik yang paling mungkin diikuti oleh pasien. Ini juga yang menyebabkan tingkat kesembuhan seorang pasien menjadi sangat relatif sekali, bergantung kepada kemampuan tubuhnya dan kesesuaian lingkungan tempat tinggalnya.

Ada begitu banyak penyakit yang sampai sekarang masih belum juga ditemukan terapinya. Dalam dunia medis, kami mengenal istilah terapi paliatif, sebutan untuk sebuah terapi yang ditujukan untuk mengurangi penderitaan pasien, tanpa ada jaminan apapun bahwa pasien akan bisa sembuh total. Bayangkan, apa yang harus dilakukan terhadap seorang penderita kanker, misalnya? Apakah para dokter tahan membiarkan pasiennya meraung-raung menahankan sakit tak terperi? Tidak. Mau tidak mau, suka tidak suka, sang dokter harus bertindak untuk mengurangi penderitaannya. Nah, di sinilah fungsi terapi paliatif itu. Walaupun tidak sembuh, setidaknya mengurangi penderitaan sang pasien, sampai menemukan terapi yang dapat menyembuhkannya. Kapankah itu? Tidak ada yang tahu.

Harapan untuk mencari terapi-terapi penyembuh kelihatannya sudah sampai ke telinga para praktisi alternatif. Berbekal kemampuan pengobatan ala tempo doeloe dengan kemasan modern, praktisi alternatif secara meyakinkan mampu mengambil tempat di hati pasien. Banyak dari terapi tersebut sebenarnya juga merupakan bagian dari terapi paliatif, namun banyak juga yang merupakan terapi definitif dengan pola terapi yang tentu sangat berbeda dengan kedokteran konvensional.

Kesuksesan yang diraih oleh para praktisi alternatif bukanlah semata-mata karena pengobatannya yang lebih jitu. Seperti yang sudah diketahui, testimony-based evidence merupakan kiat pemasaran terapi ini. Berbeda dengan kedokteran modern yang lebih mengedepankan scientific-based evidence, dimana terapi diberikan hanya jika sudah cukup bukti secara empiris bahwa pengobatan itu akan berhasil, bisa diukur berapa tingkat keberhasilannya dan berapa tingkat kegagalannya. Hal ini tidak terdapat pada kedokteran alternatif, namun NCCAM (Nationa Center for Complementary and Alternatif Medicine) berusaha untuk mengakomodir ini. Karena cepat atau lambat, dunia membutuhkan bukti nyata secara sains tentang keberhasilan terapi alternatif, apa dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Care and Healed banyak mengulas tentang hal ini dalam artikel Alternatif Medicine : Hard to Believe, Easy to Understand.

Andrew Weil, MD, seorang dokter tamatan Harvard University yang sekarang berkecimpung dalam dunia kedokteran alternatif, menyebutkan dalam bukunya Spontaneous Healing bahwa kedokteran modern mendapatkan tempat duduk yang cocok pada bidang kedaruratan medik dan infeksi. Selebihnya, pengobatan semata-mata bersandarkan pada terapi paliatif. Anda bisa mengunjungi website beliau www.drweil.com. Jika Anda baru pertama kali melihat foto Dr. Weil, Anda akan segera merasakan bahwa Dr. Weil berani untuk mengambil sikap berbeda dari para koleganya, karena beliau berusaha untuk “menelusuri jejak kesembuhan”. Entah beliau menemukannya atau tidak, tidak ada yang tahu, karena butuh lebih banyak penelitian untuk membuktikannya. Dan juga, tentu saja, lebih banyak waktu untuk mengetahui hal itu.

Care and Healed sudah pernah mengupas tentang terapi dari Kedokteran Alternatif. Berikutnya Care and Healed akan mengupas tentang pengobatan dengan metode pencangkokan sel induk.

Ada satu cerita yang diambil dari buku Spontaneous Healing itu. Dikisahkan bahwa Hippocrates, dikenal sebagai Dewa Kedokteran, memiliki seorang putri cantik jelita bernama Hygiena. Saat Hippocrates membawahi para punggawa-punggawa kedokteran, punggawa-punggawa kesembuhan justru melayani dengan setia putri Hygiena. Kisah ini mungkin kita anggap fiktif, tapi makna yang tersirat dibalik kisah ini sungguh kuat. Pengobatan dalam dunia kedokteran tidak bisa menjamin kesembuhan, karena ‘punggawa-punggawa kesembuhan itu tidak di bawah perintah Hippocrates’. Siapa Hygiena ini? Tidak dijelaskan dalam buku tersebut. Tapi setidaknya mampu menjadi bahan pemikiran untuk menelusuri jejak kesembuhan, baik secara alternatif maupun modern. Setidaknya sebagai seorang praktisi kesehatan, kita tidak bisa ngotot mengatakan bahwa metode kita yang paling hebat, paling benar, paling mujarab, dan sebagainya. Butuh waktu lebih banyak untuk membuktikannya.

Related posts:

  1. Stem Cell, Inikah Terapi Yang Ditunggu-tunggu Itu?
  2. PENCANGKOKAN SEL INDUK DI INDONESIA
  3. Menusuk Jari Dengan Jarum Sebagai Pertolongan Pertama Pada Stroke, Efektifkah?
  4. PROSES PENCANGKOKAN SEL INDUK
  5. Gatal Jamur, Bagaimana Mencegahnya?
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal


One Response to “PROLOG : MENELUSURI JEJAK KESEMBUHAN”

  1. Carko Budiyanto Says:

    Mau tau sebab kesembuhan dari suatu penyakit. Kunjungi http://ackogtg.wordpress.com/2010/06/16/obat-dan-sebab-kesembuhan/
    Anda akan menemukan jawabannya, insya Alloh.

Leave a Comment

Referral-Link
Updating..
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.