diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
350 views

MENGENAL DAN MERAWAT MATA

Posted on March 5th, 2010 in Daily Activities , ,

Anatomy of EyeMata, salah satu panca indera yang amat penting fungsinya bagi kita. Dengan mata, kita melihat, menonton, membaca, sehingga mampu mengerjakan segala sesuatu dengan lebih jelas dan akurat. Dengan mata juga kita bisa ‘menangkap’ suatu bentuk kejadian dengan lebih jelas, merekamnya dalam ingatan, dan sewaktu-waktu bisa di-recall untuk mendapatkan informasi itu kembali. Namun, mata juga merupakan organ yang sangat rentan karena berhubungan langsung dengan lingkungan luar. Sebagai sarana pelindung mata, terdapat kelopak mata, bulu mata, dan air mata. Juga mata dilengkapi dengan tekanan bola mata yang optimal agar menjaga mata dari cedera yang parah. Berapakah tekanan bola mata kita? Tekanan bola mata yang normal berkisar antara 10-20 mmHg atau sekitar 0,8-1,6% tekanan sebuah ban motor Thunder.

Begitu pentingnya peran mata, sehingga orang tentu akan rela melakukan apa saja demi menjaga indera yang satu ini, setidaknya tidak membiarkannya hingga buta. Seorang penderita katarak menjadi buta karena terjadi degenerasi lensa berkaitan dengan faktor usia. Sedangkan, penderita keluhan mata terbanyak adalah berupa keluhan refraksi, yaitu berkurangnya jarak pandang pada penderitanya. Jika jarak pandang memendek, disebut myopia. Jika jarak pandang menjauh, disebut hypermetropia. Jika menderita keduanya, disebut presbiopia. Untuk keadaan seperti ini, penderitanya rela menggunakan kacamata seumur hidup dan hal itu tentu kurang menyenangkan.

Penyebab tersering dari myopia menurut para ahli adalah meningkatnya waktu yang dihabiskan untuk fokus melihat pada jarak yang dekat (disebut juga berakomodasi), membaca, dan duduk di depan layar komputer. Satu studi di Singapura menunjukkan bahwa menghabiskan lebih dari 20,5 jam per minggu untuk membaca dan menulis menunjukkan hubungan yang positif terhadap insidensi myopia. Jadi, sudah dapat ditebak penderita myopia kebanyakan pada kalangan pelajar (baik SMP, SMP, hingga mahasiswa), penulis dan pengarang buku, dan para eksekutif muda. Tapi, ini tidak berarti bahwa seringnya membaca akan membuat mata Anda menjadi minus. Penelitian di atas merupakan gambaran secara umum. Saya pribadi sudah sering menjumpai orang-orang tua yang masih mampu membaca tanpa alat bantu apapun.

Sedangkan pada hypermetropia merupakan kebalikan dari myopia, yaitu sedikit waktu yang dihabiskan untuk mata agar berakomodasi. Biasanya terjadi pada kalangan pengemudi, awak kapal, pekerja lapangan, dan sebagainya.

Cara yang paling sederhana menjaga kesehatan mata adalah mengasup makanan yang banyak mengandung vitamin A. Yang paling jamak direkomendasikan adalah makan wortel, padahal hal ini tak sepenuhnya benar. Meski vitamin A memang dibutuhkan oleh tubuh kita, namun tidak serta merta bisa mencegah kita terkena rabun jauh maupun rabun dekat. Vitamin A bukan segala-galanya untuk menjaga kesehatan mata. Masih ada vitamin lain lagi seperti C, E, B2 yang dibutuhkan untuk kesehatan mata.

Meski selama ini kebanyakan penderita rabun ini adalah penyakit turunan, namun penyebab terjadinya mata rabun dan silindris lebih utama disebabkan karena kebiasaan melihat yang salah. Misalnya, menonton televisi dalam jangka waktu berjam-jam tanpa mengistirahatkan mata sekalipun, membaca pada pencahayaan yang kurang terang (sebentar tapi frekuensi sering), dan sebagainya. Potensi menjadi rabun jauh atau dekat juga meningkat bila Anda juga terlalu lama berada di depan layar komputer. Tentang hal ini banyak kaitannya dengan astenophia yang pernah saya bahas dalam artikel Mata Anda bermasalah? Mungkin komputer Anda penyebabnya.

Ada juga keyakinan lain yang mengatakan bahwa penggunaan kacamata secara terus menerus bisa mengurangi minus. Juga keyakinan bahwa jika kacamata biasa pakai-lepas-pakai-lepas, maka minus mata akan menjadi parah. Padahal anggapan seperti ini tidak benar. Alat bantu boleh saja dilepas saat tak diperlukan. Bagi penderita rabun jauh, sepanjang dia masih bisa melihat dengan jelas (sesuai dengan kemampuan jarak pandangnya), kacamata boleh saja ditanggalkan. Begitu juga, saat ia membaca, boleh tidak mengenakan kacamata. Namun, apabila dibutuhkan, ia harus menggunakan kacamatanya kembali karena jika mata dipaksa untuk berakomodasi, bukan tidak mungkin keluhannya akan bertambah parah. Bagaimana cara merawat mata? Silahkan lanjutkan bacaan Anda.

Related posts:

  1. TIPS MERAWAT MATA ANDA
  2. MENGENAL LENSA KONTAK
  3. Kenali 7 Tanda Mata Si Kecil Sudah Mulai Bermasalah
  4. 14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
  5. Tips Merawat Wajah Yang Berjerawat
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal

Leave a Comment

Referral-Link
Updating..
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.