diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
951 views

Obat Tradisional, Obat Asli Indonesia

Posted on March 11th, 2010 in Alternative Medicine ,

Sebulan yang lalu, saya kebetulan menemukan buku besar yang mengulas tentang resep obat tradisional Indonesia. Buku itu tidak hanya besar, tapi juga tebal. Saya tertarik untuk membelinya, tapi saya berfikir dua kali untuk melakukan hal tersebut. Pertama, saya tidak mengerti perihal tanaman-tanaman yang disebutkan dalam buku tersebut, baik dalam bahasa latin, maupun bahasa Indonesia dan daerah. Jadi, kalaupun buku itu saya beli, tentunya saya tidak mampu mempergunakan. Padahal, ada keinginan untuk mempelajari tentang obat asli Indonesia ini.

Obat Tradisional, Obat Asli IndonesiaBack to Nature, itulah slogan yang kerap kita dengar saat kita berhadapan dengan dunia pengobatan. Tidak hanya masyarakat awam, dokter sendiri pun punya impian bahwa pengobatan medis modern ini bersinergi dengan alam, sehingga memaksimalkan efek terapi dan mengecilkan, atau bahkan meniadakan, efek samping. Di Indonesia pemanfaatan obat tradisional sudah dilakukan masyarakat sejak dulu, dan menjadi warisan nenek moyang secara turun temurun. Namun sebagai warisan nasional, obat tradisional atau yang lebih dikenal sebagai obat asli Indonesia (OAI) itu masih menghadapi hambatan besar untuk memasuki pasar dunia dengan tingkat kepercayaan sebagai sebuah produk obat. Hingga hari ini, sebagian besar OAI masih dikategorikan hanya sebagai suplemen atau makanan tambahan. Padahal, potensi yang dimiliki Indonesia dalam bidang OAI sangat besar. Tidak kurang dari 5.131.100 spesies atau sekitar 15,3% dari total spesies herbal dunia berada di Indonesia. Hal demikian bisa terjadi karena Indonesia merupakan wilayah tropis terbesar di dunia, sehingga tanaman-tanaman tropis yang berkhasiat bisa tumbuh subur di mutiara khatulistiwa ini.

Problem utama penggunaan tanaman-tanaman obat ini adalah bahwa saat ini hampir semua jamu tidak memuat dosis yang rinci, sehingga sulit diawasi kemungkinan terjadinya efek samping. Contohnya : berapa gram dosis optimal temulawak? Apakah dosisnya sama untuk orang dewasa, anak-anak, wanita hamil dan menyusui? Berapa takaran optimal penggunaan temulawak? Nah, tentang hal ini, dosis kandungan yang dimiliki produsen jamu berbeda-beda satu dengan lainnya. Hal ini akibat cara peracikan jamu yang masih hanya berdasarkan kepercayaan turun temurun. Kenyataan ini sangat berbeda dengan cara penyajian obat modern yang memiliki ukuran pasti, termasuk catatan efek samping yang mungkin ditimbulkannya.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya telah membuat standarisasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap obat asli Indonesia. Dalam ketentuannya BPOM membagi OAI dalam 3 strata, sesuai dengan produksi.

Kategori pertama adalah jamu, yaitu OAI berbahan baku tanaman yang disajikan dalam bentuk rajangan, pil atau serbuk. Biasanya, klaim khasiatnya hanya berdasarkan pengalaman empiris dan turun temurun.

Kategori kedua adalah ekstrak tumbuhan obat. Bahan bakunya sama dengan jamu, namun sudah diekstraksi dan disajikan dalam bentuk kapsul, tablet atau kaplet. Klaim khasiat, sudah berdasarkan hasil uji laboratorium untuk mengukur kadar toksisitas dan uji preklinik – yaitu pengujian terhadap hewan percobaan.

Kategori ketiga adalah fitofarmaka. Obat asli Indonesia ini seperti kategori kedua berbahan baku ekstrak tumbuhan obat, yang disajikan dalam kapsul, tablet atau kaplet. Namun, untuk strata ketiga ini, klaim keamanan dan khasiatnya berdasarkan hasil uji laboratorium kandungan farmakologis, uji preklinik dan uji klinik. Dengan demikian, OAI dengan status fitofarmaka inilah yang dapat disetarakan dengan obat, yang telah menjalani pengujian ilmiah. Hanya saja, dalam pendistribusiannya di kalangan medis membutuhkan waktu untuk mensosialisasikannya, apalagi jika nama zat aktifnya itu belum pernah didengar sama sekali. Padahal, tidak tertutup kemungkinan fitofarmaka dari OAI ini memiliki efek terapi yang sama, atau bahkan lebih baik, dibandingkan dengan obat-obat farmasi sejenis.

Berikutnya, kita ingin mengetahui, problem apa saja yang dihadapi oleh produsen-produsen OAI ini? Lanjutkan bacaan Anda.

(bersambung ke Obat Asli Indonesia, Dilema Antara Kebutuhan dan Kepercayaan)

 
You might also like these
Obat Asli Indonesia, Dilema Antara Kebutuhan dan Kepercayaan
Artikel sebelumnya menuliskan bahwa dibutuhkan pengujian ilmiah terhadap efektivitas obat-obatan. Tujuannya untuk mengetahui takaran optimal dan kemungkinan efek samping yang terjadi. Uji ilmiah ini diberlakukan terhadap segala jenis obat sebelum didistribusikan ke ...
READ MORE
Obat Asli Indonesia, Dilema Antara Kebutuhan dan Kepercayaan

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Related posts:

  1. Obat Asli Indonesia, Dilema Antara Kebutuhan dan Kepercayaan
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal

Leave a Comment

Referral-Link
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.