PENCANGKOKAN SEL INDUK DI INDONESIA
Posted on March 17th, 2010 in Global Focus Bahasa_Indonesia, Cancer, Treatment
Di banyak negara seperti Singapura, China, dan Jepang, metode ini sudah berkembang. Bahkan di Rusia pencangkokan sel induk sudah dilakukan sejak 1999. Di Indonesia sendiri, kalangan dokter pernah menjajal pengobatan dengan metode stem cell ini. Tahun 2007 rekayasa kecil-kecilan pernah dilakukan oleh beberapa dokter di RS Dharmais, Jakarta, yang menangani kasus-kasus keganasan disebabkan kanker. Mereka melakukan pencangkokan sel induk bagi penderita leukemia, itu pun pada pasien yang nyaris tak dapat tertolong lagi. Jika metode ini memang begitu banyak manfaatnya, mengapa kita tidak pernah mendengar gebyar-gebyarnya selama ini?
Perlu diketahui metode ini belum diperbolehkan di Indonesia. Departemen Kesehatan belum mengeluarkan izin untuk pelaksanaan metode stem cell ini. Pertimbangannya adalah bahwa penerapan metode ini masih penuh kontroversi, tidak hanya dari keyakinan, budaya dan sosial, juga dari dalam tubuh medis sendiri masih banyak yang pertanyaan yang belum terjawab. Rintangan yang paling dirasakan adalah bahwa sumber sel induk diambil dari embrio, yakni jabang bayi yang masih hidup. Sumber sel induk yang diambil itu berasal dari darah plasenta karena darah plasenta mengandung sel induk yang sama dengan sel induk pada tulang belakang. Di Malaysia sudah memperbolehkan metode ini, kecuali stem cell dari embrio dan binatang.
Dari segi medis sendiri pun metode ini masih menuai kontroversial.
- Tidak ada yang bisa menjamin bahwa setelah dilakukan pencangkokan sel induk, pasien akan sembuh total atau tidak. Dokter masih kesulitan untuk memperkirakan arah kesembuhan pasien. Bisa saja seusai pencangkokan sel, muncul efek samping yang tidak diinginkan, mulai dari yang ringan hingga yang paling fatal.
- Kontroversi pada metode penyuntikan sel induk. Hingga kini para ahli masih berdebat apakah disuntikkan lewat pembuuh vena atau ke dalam organ langsung. Malah ada yang berpendapat bisa disuntikkan lewat kateter.
- Mengenai cara penyimpangan sel inti terutama yang diambil dari plasenta bayi. Biasanya praktik penyimpanan sel inti dari plasenta bayi itu disimpan selama bertahun-tahun di ruang penyimpanan khusus. Si empunya baru menggunakan bila menderita penyakit. Penyimpanan itu sendiri harus atas biaya si pemiliknya dan lumayan menguras kantong. Diperkirakan membutuhkan biaya hingga US$5.000 tanpa ada jaminan apakah kondisi sel inti itu masih baik atau tidak setelah disimpang selama bertahun-tahun.
- Metode stem cell di Rusia menggunakan sel induk binatang sampai kini masih ditentang.
Kita harus menyadari bahwa menelusuri jejak kesembuhan itu memang tidak mudah. Jadi, jelas benar bahwa “Lebih mudah menjaga kesehatan daripada mengobati penyakit.” Hargailah kesehatan Anda. Jangan sia-siakan hidup untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, merusak diri, dan sebagainya karena untuk memperbaikinya seperti sedia kala sungguh sangat mahal ongkosnya. Sayangilah diri Anda.
Silahkan komentar Anda.
Related posts:
- Stem Cell, Inikah Terapi Yang Ditunggu-tunggu Itu?
- PROLOG : MENELUSURI JEJAK KESEMBUHAN
- PROSES PENCANGKOKAN SEL INDUK
- Vertigo Pasca Gempa Bumi
- Tips Merawat Wajah Yang Berjerawat











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
*Widget By mfaisal
Leave a Comment