6 Mitos Seputar Jerawat
Posted on May 6th, 2010 in Nutrition Bahasa_Indonesia, Skin_and_Hair
Memiliki wajah yang mulus tanpa jerawat tentunya menjadi dambaan kita, apalagi bagi mereka yang masih dalam usia remaja. Ini karena wajah merupakan bagian yang lebih dahulu dilihat ketimbang bagian-bagian yang lain. Namun, sebelum kita berasumsi lebih jauh mengenai jerawat, ada baiknya kita mengetahui beberapa mitos yang beredar di masyarakat seputar jerawat ini.
1. Makan coklat menyebabkan jerawat
Coklat merupakan makanan dengan kalori tinggi. Tidak hanya coklat, makan gorengan dan pizza pun dipercaya menyebabkan munculnya jerawat yang menggangu. Namun, menurut American Academy of Dermatology, studi tidak menemukan adanya hubungan antara jerawat dengan makanan-makanan tersebut di atas. Kalaupun ada yang mengatakan demikian, maka hal itu sangat kontroversial sekali.
Adapun kepercayaan itu didasari keterlibatan makanan tinggi gula dengan munculnya jerawat. Tapi data tersebut tidak cukup kuat untuk mengatakan “hindari gula untuk menghindari jerawat”. Dengan kata lain, kemunculan jerawat disebabkan hal yang lain. Jerawat tidak serta merta muncul karena makan makanan tinggi kalori, melainkan karena aktivitas kelenjar sebasea yang meningkat pada periode tertentu.
2. Makan makanan yang berlemak menyebabkan jerawat
Asumsi bahwa jerawat muncul karena penyumbatan pori-pori wajah akibat minyak berlebih, memunculkan keyakinan bahwa dengan makan makanan berlemak seperti kacang, coklat, gorengan, akan mempercepat tumbuhnya jerawat. Tapi ternyata hal ini masih membutuhkan bukti untuk menyatakan adanya hubungan tersebut.
Secara fisiologis, setiap makanan yang mengandung lemak akan mengalami proses emulsifikasi di dalam lambung oleh cairan empedu. Setelah teremulsi, maka zat-zat yang bermanfaat bisa diserap oleh usus. Usus tidak dapat menyerap minyak. Setiap zat yang tidak bisa diserap oleh usus akan dibuang melalui feses. Tidak sedikit yang menggumpal membentuk fecalith (kotoran yang keras), sehingga membutuhkan bantuan serat dan air untuk memperlancar saluran pembuangannya.
3. Minum susu menyebabkan jerawat
Susu diyakini mengandung kalori tinggi dan lemak yang banyak. Penjelasannya tidak jauh berbeda dengan di atas. Butuh bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa susu menyebabkan jerawat.
4. Wajah kotor menyebabkan jerawat
Ini alasan yang paling sering muncul di kalangan masyarakat. Wajah kotor menyebabkan pori-pori tersumbat, terutama pada remaja yang memiliki aktivitas yang padat di luar rumah. Belum lagi polusi udara yang membuat wajah cepat menjadi kotor. Biasanya mereka akan terobsesi untuk membersihkan wajah mereka berulang-ulang kali agar terhindar dari problem jerawat. Tapi, kenyataannya cara itu banyak menemui jalan buntu, nyaris gagal.
Wajah yang kotor tidak serta merta disebabkan oleh faktor eksternal (seperti debu, asap, polusi), tapi lebih condong ke arah perubahan hormonal pada usia remaja yang menyebabkan produksi minyak berlebihan. Seperti kita ketahui, enzim yang dilepaskan flora normal di wajah bisa bereaksi dengan sebum ataupun minyak di kulit, sehingga membentuk asam lemak bebas, yang pada gilirannya menyebabkan inflamasi pada daerah setempat.
Terlalu sering mencuci wajah juga tidak baik. Para ahli merekomendasikan mencuci wajah 2 kali sehari. Jika terlalu sering, maka pembersih wajah bisa mengiritasi kulit, dan ini tentu jadi sasaran empuk proses peradangan. Bukan hanya jerawat yang akan tumbuh nantinya, bahkan mungkin yang lebih parah lagi (infeksi, alergi misalnya).
5. Jerawat karena salah memilh kosmetik
Alasan ini sering muncul pada mereka yang menggunakan kosmetik pada wajahnya dan berdampak munculnya jerawat. Serta merta jerawat dihubungkan dengan kosmetik. Mungkin ada benarnya, tapi bisa jadi tidak.
Jika kulit wajah Anda sensitif pada kosmetik tertentu, maka reaksi yang sering dimunculkan adalah kulit kemerahan, panas, dan gatal. Ini adalah tanda yang sering dimunculkan oleh reaksi alergi. Kemunculan jerawat pada reaksi alergi bisa dikategorikan secondary infection, bukan primary infection.
Jika telah menemukan kosmetik yang cocok, bukan berarti terhindar dari jerawat. Jika lalai membersihkan wajah dari sisa-sisa kosmetik, maka tidak tertutup kemungkinan jerawat pun bisa muncul.
6. Jatuh cinta menyebabkan jerawat
Jerawat yang tumbuh di usia remaja sering diasosiasikan dengan ‘cinta kepada seseorang’. Tidak hanya jatuh cinta, bahkan stress juga dianggap bisa menyebabkan jerawat. Hal ini bisa saja benar, tapi tidak ada studi yang mengatakan bahwa hormon yang dipicu stress bisa menyebabkan demikian. Asumsinya, jika mereka yang tidak berjerawat bisa berjerawat, lantas bagaimana dengan yang memang sudah menderita jerawat? Apakah jerawatnya tambah parah? Tidak ada bukti demikian.
Rentang usia 12-24 tahun memang lebih rentan terkena jerawat, karena pada masa itu kelenjar sebasea sangat aktif memproduksi minyak, bahkan terkesan berlebihan. Jadi, tanpa mesti dipicu oleh apapun, kemunculan jerawat pada usia itu dinilai wajar. Jerawat yang tumbuh bukan diartikan ada cinta kepada seseorang, ada problem di kehidupan sosial, dan sebagainya.
Rekomendasi Makanan Yang Sehat
Bagi mereka yang rentan terkena jerawat, dianjurkan untuk makan makanan yang sehat, tinggi serat, dan minum air putih yang banyak.
Makanan yang sehat adalah makanan yang berimbang. Itu artinya Anda tidak cukup hanya makan satu jenis makanan saja. Serat yang tinggi banyak terdapat di dalam sayur dan buah. Minum air putih akan membantu melembabkan kulit. Kita ketahui bahwa 60% tubuh kita mengandung air dan kulit adakah organ yang paling sering kehilangan asupan air, disebabkan ia merupakan media evaporasi (penguapan).
Sangat baik untuk mengkonsumsi vitamin C dan E. Dua vitamin ini mengandung antioksidan dan sangat baik untuk menambah ketahanan sel-sel tubuh agar lebih kokoh dan tidak mudah rusak. Anda bisa mengkonsumsi vitamin C 1000 mg per hari dan vitamin E 600-800 mg per hari.
Selanjutnya, ada beberapa tips untuk mereka yang menderita jerawat membandel.
Related posts:
- Resep Sehat Alami Untuk Kulit dan Rambut
- MIE INSTAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAM
- Coklat, Penganan Pencegah Stroke
- Mencegah Stroke Dengan Coklat, Jangan Makan Terlalu Banyak
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (Bagian 1)











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. Add me to your fb friendlist by
*Widget By mfaisal
Leave a Comment