Kemarau Datang, Gatal Jamur Menyerang
Posted on May 29th, 2010 in Daily Activities Bahasa_Indonesia, Fungus, Skin_and_Hair
Kemarau identik dengan cuaca yang panas, bikin gerah, dan membuat kita terus-terusan berkeringat. Jangankan di siang hari, bahkan di malam hari pun suhu masih terasa panas. Jika Anda kebetulan berada di ruangan yang menggunakan AC (Air Conditioner), mungkin situasi seperti ini tidak begitu mengganggu. Tapi, di ruangan tanpa AC, dan / atau hanya mengandalkan kipas angin, maka serta merta keringat pun keluar membasahi tubuh. Ini membuat kulit rawan terserang gatal jamur. Dan sering kali pencegahan aktif dibutuhkan untuk mengatasi problem ini.
Jamur (dalam medis disebut Tinea, Eczema atau Eksim) tumbuh pada daerah yang basah dan lembab, dan semakin subur jika daerah tersebut tertutup oleh lipatan tubuh dan terhindar dari cahaya matahari. Keberadaan jamur ini akan menimbulkan rasa gatal pada daerah setempat. Jika digaruk, maka luka di tempat garukan itu pun akan menjadi media yang sangat bagus tempat tumbuhnya jamur. Tidak hanya jamur, juga berpotensi muncul infeksi kulit lain seperti cellulitis yang biasanya berasal dari bakteri anaerob yang menempel pada kuku. Ini salah satu sebab utama mengapa gatal karena jamur tidak boleh digaruk.
Dalam dunia kedokteran, jamur ini biasanya disebut sebagai Tinea. Tinea ini diambil dari bahasa latin yang berarti Worm atau Larvae. Disebut juga sebagai ringworm. Tidak ada hubungannya dengan worm (cacing) sama sekali. Ini merupakan sebutan untuk ruam kulit yang memerah, bersisik, gatal, dan terlihat memiliki lingkaran merah (halo) yang mengelilinginya. Istilah yang lebih tepat untuk penyakit kulit karena jamur adalah Dermatophytosis yang artinya penyakit kulit yang disebabkan oleh biota seperti Trichophyton rubrum, Trichophyton tonsurans, Trichophyton interdigitale, Trichophyton mentagrophytes, Microsporum canis, dan Epidermophyton floccosum. Penggunaan istilah Tinea biasanya diikuti dengan menunjukkan lokasi kulit yang terinfeksi, contohnya Tinea Capitis yaitu infeksi jamur yang menyerang kepala, Tinea Cruris yaitu infeksi jamur yang menyerang lipatan kulit, dan sebagainya.
Sebenarnya, resiko terserang jamur ini tidak hanya pada daerah yang bertemperatur tinggi. Pada daerah yang bertemperatur rendah pun, jamur juga bisa tumbuh. Perbedaannya adalah jika Anda bekerja pada daerah yang bertemperatur tinggi, maka resiko terserang jamur meningkat hingga 4x lipat dibandingkan dengan daerah yang bertemperatur lebih rendah.
Gatal di kulit karena jamur tentunya membuat penderitanya sangat tidak nyaman. Apalagi rasa gatal itu begitu tak tertahankan sehingga tidak jarang penderitanya tidak sadar menggaruknya, bahkan di depan umum sekalipun. Jika keadaan ini berlanjut, maka akan menyebabkan kesan jorok pada mereka yang menderita jamur, padahal istilah ‘jorok’ jelas kurang cocok untuk menggambarkan situasi ini. Jamur itu tumbuh pada lokasi yang lembab, tidak peduli apakah lokasi itu bersih atau jorok.
Selanjutnya, kita akan mengulas bagaimana cara mencegah terserang gatal jamur, terutama saat musim kemarau.
Related posts:
- Gatal Jamur, Bagaimana Mencegahnya?
- MENGENAL DAN MERAWAT MATA
- TIPS MERAWAT MATA ANDA
- MEMILIH LENSA KONTAK
- 7 Kesalahan Setelah Melewatkan Sarapan Pagi











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
September 1st, 2010 at 7:08 am
Yah, gatal bisa juga dari kutu putih/ kuning yang biasa ada di kebon/ pohon mangga, solusi ditutup semua akses mereka masuk dari lobang udara/ jendela rapat2, resiko udara kamar cuma dapat dari jendela dalam/ pintu saja, nggak masalah jika ada ac
Wireless Internet RTRWNET aDNet Citra Raya Cikupa, Gading Serpong, Tangerang Handal, Cepat, Service Baik, Partner Koneksi Internet Anda Tel/SMS: 02170646473 Survey: 02193536573