Tips Merawat Wajah Yang Berjerawat
Posted on May 19th, 2010 in Global Focus Bahasa_Indonesia, Skin_and_Hair, Treatment
Andai jerawat terletak di punggung atau di tempat lain yang tidak kelihatan, mungkin masalah jerawat tidak menjadi masalah yang serius. Tapi, karena jerawat ini umumnya terdapat di wajah, maka jerawat sepele pun akan dianggap serius. Dalam hal perawatan wajah yang berjerawat, biasanya kita menginginkan hasil yang cepat. Godaan terhadap produk-produk yang menjanjikan hasil kesembuhan yang cepat tentunya bisa mengarahkan kita pada pilihan yang kurang tepat. Lantas, apa yang harus dilakukan?
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan :
- Kenali tipe kulit wajah Anda . Dikenal ada 3 tipe, yaitu : Kering, Berminyak, dan Normal. Bisa saja dijelaskan panjang lebar tentang tipe-tipe tersebut di sini, tapi akan lebih mudah jika Anda mengikuti test sederhana untuk mengetahui jenis kulit Anda. Anda bisa klik di sini
- Usia. Kelenjar minyak di kulit cenderung lebih aktif pada mereka yang menanjak dewasa. Bagi mereka yang sudah menginjak usia >30 tahun, jerawat tumbuh lebih dikarenakan ketidakseimbangan hormon. Selain itu, elastisitas kulit menurun seiring bertambahnya usia.
- Iklim. Iklim yang dingin akan membuat kulit lebih kering. Iklim yang panas akan membuat kulit lebih berminyak.i
- Profesi dan pekerjaan. Resiko terkena masalah kulit lebih tinggi pada mereka yang bergonta-ganti produk kecantikan. Biasanya tuntutan pekerjaan membuat seseorang kurang memperhatikan hal ini. Jika profesi Anda sehari-hari hanya di rumah, tentunya tidak perlu terlalu sering kontak dengan produk kecantikan.
- Produk pembersih wajah yang Anda gunakan. Gunakan produk yang sesuai dengan tipe kulit Anda.
Pahamilah bahwa terapi jerawat itu membutuhkan waktu. Biasanya butuh waktu 4-8 minggu untuk menunjukkan hasil perawatan, dan butuh beberapa bulan untuk mendapatkan kulit yang benar-benar bebas jerawat. Itupun tergantung tingkat keparahan jerawat yang diderita.
Terkadang tidak cukup menggunakan produk pembersih wajah saja, tidak cukup dengan menggunakan produk perawatan kulit wajah yang bisa didapatkan di pasaran, tapi sering kali butuh racikan dari beberapa bahan aktif yang disebut dengan Kosmetik Medik. Yang bisa melakukan ini adalah dokter spesialis kulit yang mendalami bidang kecantikan (estetika). Dokter akan menyesuaikannya dengan tipe kulit, usia, dan tingkat keparahan jerawat.
Kosmetik Medik
Kenapa kosmetik medik ini menjadi penting? Karena ia mengandung bahan yang yang sangat dibutuhkan untuk perawatan kulit. Bahkan sering kali, kosmetik medik ini menjadi solusi untuk keluhan kulit Anda. Untuk kita ketahui, komposisi kosmetik medik terdiri dari paling sedikit 1 (satu) medikamen dari yang tersebut di bawah ini :
- Antiseborrhoic : digunakan untuk mengatasi masalah noda di kulit, kulit kepala, rambut berminyak yang disebabkan oleh ketombe.
- Bactericid : digunakan untuk mengatasi bau tidak sedap yang sulit hilang yang disebabkan oleh kuman.
- Anti inflammatory agent : digunakan untuk mengatasi inflamasi (peradangan) kulit.
- Refrigerant (pendingin) : untuk meningkatkan sensasi kosmetik pada kulit. Seperti camphor, menthol, methyl salicylate, cineole, menthone, piperitone, borneol, beta-pinene, menthyl acetate, vanillylamido nonate. Di antara semua ini yang paling disukai adalah camphor, menthol dan piperitone.
- Carbon dioxide. Untuk carbon dioxide ini merupakan penemuan terbaru dimana penelitiannya membuktikan efek pengobatannya jauh lebih baik dibandingkan yang tidak menggunakannya. Carbon dioxide didapatkan sebagai molekul CO2 dan dilarutkan sebagai asam. Larutan ini bersifat vasodilator dan meningkatkan penyerapan di kulit. Kosmetik medik memiliki pH antara 4-7, dan lebih disukai antara 4,5 s/d 6,5 saat digunakan dalam bentuk cair. pH ini dikontrol dengan pH modifier berupa asam organik seperti citric acid, tartaric acid, dan lactic acid.
Kosmetik medik ini bisa dibuat dalam bentuk lotion, emulsi, tonik rambut (hair tonic), shampo, yang dikemas dalam wadah tahan tekanan (pressure resistant). Untuk membuat lotion anti aging (anti penuaan dini), biasanya dengan menambahkan hormon estradiol.
Kebutuhan masyarakat terhadap kosmetik medik ini semakin tinggi, namun kelihatannya informasi seputar kosmetik medik masih sangat minim, sehingga tidak sedikit dari kita yang lebih suka mencoba-coba menggunakan produk di pasaran. Jika memang kebetulan cocok, tentu tidak menjadi masalah. Tapi, bagaimana jika tidak cocok? Anda tentu lebih tahu jawabannya.
Semoga bermanfaat.
Related posts:
- Serba Serbi Jerawat Membandel
- Stem Cell, Inikah Terapi Yang Ditunggu-tunggu Itu?
- PROSES PENCANGKOKAN SEL INDUK
- PENCANGKOKAN SEL INDUK DI INDONESIA
- Vertigo Pasca Gempa Bumi











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
*Widget By mfaisal
Leave a Comment