diggfacebookgooglemyspacestumbleupontwitter
835 views

Migren, Bukan Sakit Kepala Biasa

Posted on September 4th, 2010 in Age-related Disease , ,

MigrenMigren merupakan salah satu tipe sakit kepala yang sering diderita oleh banyak orang, bisa mengenai pria maupun wanita. Keluhan ini terjadi diakibatkan oleh pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) di kepala. Nyeri migren muncul saat sel otak yang tereksitasi merangsang nervus trigeminus untuk melepaskan senyawa kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Pembuluh darah yang membengkak itu akan menekan area di permukaan otak yang mengandung banyak pembuluh syaraf. Inilah yang menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.

Rasa nyeri ini bisa menjalar ke area wajah, sekitar mata dan hidung (area sinus), rahang, dan sekitar leher. Ini yang sering menjadi faktor penyebab munculnya misdiagnosis migren dengan sinusitis dan tension head-ache. Saat nyeri muncul, penderitanya sangat sensitif terhadap sentuhan di kepala, terutama saat sedang menyisir rambut ataupun bercukur. Penderitanya juga sangat sensitif terhadap sinar yang menyilaukan dan suara yang keras.

Penyebab munculnya migren ini diduga karena ada ketidakseimbangan hormon yang dicetuskan oleh faktor-faktor seperti :

  • Merokok
  • Minuman beralkohol (bir, arak, anggur merah)
  • Coklat dan keju (mengandung tiramin)
  • Ikan, telur, susu
  • Penyedap makanan yang mengandung Mononatrium Glutamat (MSG)
  • Stress, tekanan mental, emosi berlebihan
  • Keletihan baik karena pekerjaan ataupun aktivitas fisik lainnya. Termasuk ke dalamnya kondisi kurang tidur, perubahan pola tidur, lapar, telat makan, dan sebagainya
  • Paparan sinar terang
  • Paparan wangi-wangian. Biasanya yang memiliki aroma yang kuat.
  • Bau-bauan yang menyengat, seperti bensin, ter, alkohol, pelarut cat, dan sebagainya
  • Haid / Menstruasi
  • Obat-obatan yang mengakibatkan ketidakstabilan hormon seperti pil anti hamil.

Di Amerika lebih dari 29,5 juta penduduknya menderita migren, dimana jumlah penderita wanita 3x lipat daripada penderita pria. Di antara mereka, sebesar 70-80% memiliki historis keluarga yang menderita migren juga. Ini yang menjadi alasan bahwa migren ini tergolong penyakit keturunan. Usia antara 15 s/d 55 tahun merupakan rentang usia yang paling sering ditemukan menderita migren. Semakin bertambahnya usia, maka intensitas dan frekuensi terserang migrenpun akan berkurang, yaitu seiring dengan menurunnya aktivtas hormonal pada usia tua. Di Indonesia belum ada penelitian yang menjelaskan ratio penduduk yang menderita migren.

Gejala khas migren adalah nyeri kepala sebelah. Ini merupakan karakteristik migren, dimana pembuluh darah yang terkena ini umumnya bersifat unilateral (satu sisi). Tapi, kondisi ini bisa berbeda-beda pada beberapa orang. Ada yang mengeluhkan nyeri kepala sebelah, ada pula yang mengeluhkan nyeri kepala menyeluruh. Yang perlu diingat adalah nyeri kepala saja tidak cukup untuk menegakkan diagnosa migren. Biasanya migren disertai dengan rasa mual / muntah. Rasa nyeri ini akan meningkat secara bertahap dan mencapai puncak nyeri dalam kurun waktu 4-24 jam. Artinya dalam kurun waktu tersebut, penderita migren benar-benar dalam kondisi menahan rasa nyeri terus menerus dan tentu saja akan menggangu aktivitasnya pada hari itu. Rasa sakit itu akan membuat penderitanya sangat sensitif, mudah marah, mengomel-ngomel, membentak, bahkan berteriak.

Migren ini bukan sakit kepala biasa. Beberapa penelitan terakhir memperlihatkan adanya hubungan yang serius antara insidensi migren dengan stroke. Tidak hanya itu, juga aneurisma, kehilangan penglihatan secara permanen, gangguan gigi berat, koma, bahkan kematian. Hal ini diakibatkan karena migren terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah di kepala.

Dari About.com : Headaches and Migraines, Dr. Anne MacGregor, direktur dari riset klinik di City of London Migraine Clinic, dan juga bekerja sebagai sekretaris umum di Internatioal Headache Society (IHS) mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa ada hubungan antara migren dan stroke, dan resiko tersebut lebih besar pada migrain dengan aura* dan wanita yang mengkonsumsi pil (kontrasepsi oral). Hal ini tidak dapat dibantah lagi.”

Ulasan ini bukan untuk menakut-nakuti penderita migren. Lagipula angka kejadian stroke pada pasien migren ini masih tergolong rendah, yaitu sekitar 20 orang per 100.000 populasi. Resiko ini meningkat jika penderitanya mengkonsumsi kontrasepsi oral, yaitu menjadi 75 orang per 100.000 populasi.

Sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda migren ini. Walaupun migren ini kebanyakan diderita oleh wanita, tapi bukan berarti pria tidak ada yang menderita migren. Hanya saja jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan wanita. Selanjutnya, ada beberapa tips yang bisa dipraktekkan bagi mereka yang menderita migren. Tunggu artikel berikutnya ya.

*Catatan : Diketahui ada 2 macam migren, yaitu migren dengan aura dan migren tanpa aura. Migren dengan aura adalah migren yang diawali dengan sensasi penglihatan seperti pandangan berkabut, silau, objek seperti bergoyang-goyang, bahkan beberapa pasien ada yang mengeluhkan blind spot (kehilangan penglihatan beberapa saat).

 
You might also like these
Ortu Kena Stroke! Duh, Apa Yang Harus Dilakukan?
Stroke, nama ini kedengarannya sudah tidak asing di telinga kita. Penyakit gangguan peredaran otak ini menyebabkan gejala kelumpuhan sebelah maupun kedua sisi, baik mengenai tangan, maupun kaki, juga disertai dengan bicara pelo, ...
READ MORE
Mengenal Tipe-Tipe Sakit Kepala
Sakit kepala merupakan problem kesehatan yang mungkin paling sering dijumpai. Hampir segala usia bisa mengalami sakit kepala, namun tidak semua mampu menceritakan rasa nyerinya dalam kata-kata. Namun, tanda-tandanya akan sangat mudah terlihat ...
READ MORE
14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
Merawat penderita kepikunan sering kali membuat anggota keluarga ataupun orang-orang terdekat merasa stress, depresi, lelah, dan perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Untuk itu dibutuhkan metode agar perasaan-perasaan tersebut bisa dihindari. Berikut ini tipsnya ...
READ MORE
BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?
Hampir semua, atau kalau boleh dibilang ‘semua’, lansia (lanjut usia) mengeluhkan nyeri pada sendi dan ototnya, disebut rematik. Rematik merupakan istilah yang tidak spesifik untuk menggambarkan berbagai keluhan dan kelainan yang mengenai ...
READ MORE
MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?
“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.” Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang ...
READ MORE
Ortu Kena Stroke! Duh, Apa Yang Harus Dilakukan?
Mengenal Tipe-Tipe Sakit Kepala
14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?
MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Related posts:

  1. Ortu Kena Stroke! Duh, Apa Yang Harus Dilakukan?
  2. Mengenal Tipe-Tipe Sakit Kepala
  3. 14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN
  4. BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?
  5. MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?
Published by care and healed
To republish this article on your own website, please copy-paste this code below. Enjoy your time to read other interesting articles on Careandhealed.com

*Widget By mfaisal

Leave a Comment

Referral-Link
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.