Menjawab Tantangan Kedokteran Masa Depan (III)
Posted on December 20th, 2010 in Inside Doctor's Room Ancient_Art, Bahasa_Indonesia, Info_consent
Apakah kedokteran alternatif menjadi jawaban atas tantangan kedokteran masa depan? Pertanyaan ini akan saya jawab dengan pertanyaan juga. Alternatif mana yang dimaksud? Bertahun-tahun para pakar dengan tekun mempelajari beragam metoda pengobatan alternatif, tapi hasil kesimpulannya masih belum terkumpul secara menyeluruh. Alasannya adalah bahwa butuh waktu lebih lama untuk mengetahui keberhasilan terapi alternatif. Testimony-based evidence sebenarnya merupakan bukti terapi yang paling lemah. Kita butuh scientific-based evidence untuk mendukung keberhasilan sebuah terapi, dan itu butuh waktu yang lama.
Dari www.holisticonline.com kita dapat mengetahui banyak cabang kedokteran alternatif. Masing-masing dengan kehebatannya baik dari segi efektivitasnya, maupun efisiensinya. Tapi manakah yang terbaik dari mereka ini? Tidak ada yang berani menjawabnya. Masing-masing punya pasien yang pernah berhasil diterapi dengan cara-cara tersebut.
Seorang praktisi kesehatan dituntut tidak hanya piawai dalam hal mendiagnosa, tapi juga dalam hal memberikan terapi. Walaupun jaminan kesembuhan 100% tidak bisa diberikan, namun probabilitas kesembuhan akan meningkat jika seorang praktisi kesehatan mampu mengkombinasikan terapi konvensional dengan terapi alternatif. Tentunya ini bukan menjadi pekerjaan yang mudah dan tak ada yang mengatakan bahwa ini akan mudah. Sebagaimana halnya kita sadari bahwa menjadi dokter itu adalah pilihan, tanpa paksaan. Artinya seorang dokter itu seyogyanya mendedikasikan dirinya untuk mencari tidak hanya pendalaman diagnostik, tapi juga ragam pengobatan-pengobatan.
Di Indonesia sekolah kedokteran alternatif yang dikenal itu cuma bidang akupunktur. Untuk bidang-bidang lain, harus mencarinya ke luar negeri dan tentunya biayanya tidak sedikit. Kalaupun dipelajari, kita masih harus berhadapan dengan paradigma masyarakat yang menentang hal-hal demikian. Saat sebuah terapi lebih berfokus pada penyembuhan ketimbang pengobatan, maka umumnya harus berjuang lebih keras untuk melawan arus paradigma masyarakat ini.
Sulit menjadi dokter yang baik, yang bertahan dengan idealisme keilmuannya, yang menginginkan penanganan terbaik untuk pasiennya, karena semua metode ‘tangan dinginnnya’ selalu dikait-kaitkan dengan keampuhan terapi sang dokter. Padahal bukan itu tujuannya. Tujuan sebenarnya adalah meletakkan farmakologi pada tempat dan waktu yang paling sesuai. Bukan hanya mengalah atas dasar desakan pasien, padahal jelas banyak pasien yang tidak memahaminya.
Ke depannya saya pribadi berkeyakinan bahwa seorang dokter mau tidak mau harus banyak belajar dan memahami tentang konsep oksidasi, radikal bebas, ion negatif, homeostasis, holistic body, titik meridian, dan sebagainya yang semua itu tidak didapatkan dalam perkuliahan kedokteran. Ada banyak hal yang terjadi sekarang dan akan ada lebih banyak hal yang terjadi di masa yang akan datang. Jika kepiawaian dunia kedokteran hanya sekedar mengandalkan sarana diagnostik, maka dalam hitungan tahun dunia kedokteran hanya tinggal sebutan yang tak memiliki wibawa apapun. Tapi, jika dunia kedokteran mampu menerobos batas antara kebuntuan terapi dan problem kesehatan yang ‘tidak biasa’, maka hampir dapat dipastikan kedokteran seperti inilah yang menjadi harapan manusia di masa depan.
Pada akhirnya, kita tidak butuh mengetahui segala macam penyakit untuk bisa terkenal. Cukup 1 macam saja, namun mampu meningkatkan probabilitas kesembuhannya dibandingkan terapi lain, maka itu sudah lebih dari cukup untuk membawa seluruh dunia menuju rumah kita.
Semoga bermanfaat.
Related posts:
- Menjawab Tantangan Kedokteran Masa Depan (I)
- Menjawab Tantangan Kedokteran Masa Depan (II)
- Seberapa Baikkah Dokter Anda?
- 8 ALASAN ORANG TAKUT DIOPERASI
- 7 Alasan Harus Dilakukan Operasi











Assalamualaikum. Hello, I am Fauzan. Thank you for visiting my blog. To find out more about this site, please visit
*Widget By mfaisal
Leave a Comment